[x] close
top ear
Cucu Paku Buwono XII, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi. (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Cucu Paku Buwono XII, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi. (Istimewa)

Purnomo: Putri Woelan Cucu PB XII Niat Maju di Pilkada Solo 2020

Achmad Purnomo menegaskan cucu PB XII, Putri Woelan, berniat maju di Pilkada Solo 2020.
Diterbitkan Sabtu, 1/08/2020 - 19:24 WIB
oleh Solopos.com/Kurniawan
2 menit baca

Solopos.com, SOLO – Achmad Purnomo mengatakan cucu Pakubuwono XII, Putri Woelan, ingin maju di Pilkada Solo 2020. Wanita bernama lengkap B.R.A Putri Woelan Sari Dewi, itu bahkan telah menemui dirinya secara langsung untuk menyampaikan niat maju di pilkada.

“Iya, sudah ketemu. Dia cerita ingin maju. Ya silakan, ndak apa-apa, silakan. Bisa lewat koalisi atau independen,” ujar Achmad Purnomo kepada wartawan, Sabtu (1/8/2020).

Purnomo tidak menyebutkan kapan pertemuannya dengan Putri Woelan membahas Pilkada Solo digelar. Informasi yang diperoleh Solopos.com pertemuan itu terjadi sebelum Purnomo dinyatakan positif Covid-19. Dia dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (23/7/2020).

Sopir Metro Mini Asal Sukodono Sragen Meninggal karena Covid-19

Dalam kesempatan itu Purnomo memberikan masukan kepada cucu Pakubuwono XII yang ingin meramaikan pilkada Solo.

“Mbak Putri tanya bagaimana keadaan saya, bagaimana parpol di Solo dan pilkada. Ya saya cerita apa adanya, PDIP yang paling kuat. Parpol lain kalau mau mengusung calon harus punya sembilan kursi DPRD. Lah bisa ndak,” urai dia.

Dia lantas mengulas posisi parpol non-PDIP pemilik kursi di DPRD Solo seperti PKS, PAN, Partai Golkar, Partai Gerindra dan PSI. Purnomo menyebut bila mereka mau berkompromi untuk menggalang koalisi tentu bisa mengusung calon di Pilkada Solo.

Hendak Disembelih, Sapi Kurban Di Sangkrah Solo Kabur dan Nyemplung Kali Jenes

Koalisi

Sebab gabungan parpol itu berkekuatan 15 kursi DPRD, yang terdiri atas PKS lima kursi, PAN tiga kursi, Partai Golkar tiga kursi, Partai Gerindra tiga kursi, dan PSI satu kursi. Meski demikian Purnomo tidak yakin koalisi itu terbentuk.

“Tapi menurut perhitungan saya ndak bisa [kompromi],” kata dia.

Bila gabungan parpol itu gagal membentuk koalisi untuk mengusung pasangan cawali-cawawali sendiri, Purnomo memprediksi Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa akan melawan pasangan dari jalur perseorangan atau kotak kosong.

Kapan Puncak Pandemi Covid-19 di Indonesia?

“Kayaknya di Solo pilkada nanti Gibran-Teguh melawan Bajo [paslon perseorangan] atau kotak kosong,” tutur dia.

Di sisi lain, Purnomo menilai akan lebih baik Pilkada Solo tahun 2020 diwarnai tampilnya beberapa pasangan cawali-cawawali. Dengan begitu pesta demokrasi warga Solo menjadi lebih berwarna karena rakyat disuguhi beberapa pilihan.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini