[x] close
Punya Harta Hingga Rp116 Miliar, Ini Profil Bupati Nganjuk yang Ditangkap KPK
Solopos.com|jatim

Punya Harta Hingga Rp116 Miliar, Ini Profil Bupati Nganjuk yang Ditangkap KPK

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, memiliki sejumlah usaha seperti tambang batu bara, nikel, dan seratusan BPR.

Solopos.com, JAKARTA -- Diduga melakukan jual beli jabatan, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Minggu (9/5/2021) malam. Bupati Novi Rahman tergolong bupati tajir karena memiliki harta kekayaan mencapai Rp116 miliar berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang tercatat di KPK. Tepatnya Rp116.897.534.669.

KPK menyita uang ratusan juta rupiah dalam OTT kemarin. Novi diduga menerima suap terkait jual-beli jabatan dan perangkat desa di wilayahnya. Novi merupakan Bupati Nganjuk dengan masa bakti 2018-2023.

Pada Pilkada Nganjuk, Novi Rahman berpasangan dengan Marhaen Djumadi. Pasangan ini diusung PKB, PDIP, dan Hanura. Novi-Marhaen akhirnya memenangi kontestasi dengan meraup 303.192 suara atau 54,5 persen.

Baca Juga: Diguncang Polemik TWK, KPK OTT Bupati Nganjuk

Novi-Marhaen mengalahkan rival-rivalnya yakni Siti Nurhayati-Bimantoro Wiyono dan Desy Natalia Widya-Ainul Yakin. Pada Senin 24 September 2018, Novi Rahman Hidayat dan Marhaen dilantik Gubernur Jatim, Soekarwo, di Gedung Grahadi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk.

Novi Rahman juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur periode 2021-2026. Sebelum terjun di dunia politik, ia merupakan wiraswasta yang menangani bidang properti dan keuangan. Dia memiliki tambang nikel, batubara, dan 120 bank perkreditan rakyat.

Mengutip detik.com, lulusan S1 FISIP Universitas Islam Balitar tahun 2005 dan S2 Studi Magister Manajemen, Program Pascasarjana Universitas Islam Kediri tahun 2006 ini meneruskan sepak terjang ayahnya yang menjadi pengusaha hasil bumi, ternak, dan jasa perdagangan.

Di Nganjuk, Novi memiliki 2.000 karyawan. Merekalah yang dikerahkan saat pencalonannya sebagai Bupati Nganjuk 2017. Novi merupakan putra asli Nganjuk yang lahir pada 2 April 1980. Novi memperistri Yuni Rahma Hidhayat yang memberinya 4 anak, tiga perempuan dan satu laki-laki.

Baca Juga: Bupati Nganjuk Kena OTT KPK, Perkaranya Jual Beli Jabatan Perangkat Desa

Sementara KPK masih memeriksa Novi Rahman dan pihak-pihak yang terjaring OTT. OTT ini dilakukan KPK bersama tim Bareskrim Mabes Polri. Mereka juga  melakukan penyegelan pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Status Novi pun masih sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjerat OTT Bupati Nganjuk. Novi diduga menerima suap terkait jual-beli jabatan di wilayahnya.

Harta Kekayaan

Sementara itu, kekayaan Rp116 miliar lebih itu di antaranya berupa tanah dan bangunan. Novi Rahman tercatat memiliki 32 bidang tanah yang tersebar di sejumlah daerah seperti, Nganjuk, Kediri, Jombang, Surabaya hingga di Jakarta Selatan. Luas 32 bidang tanah milik Rahman bervariasi.

Puluhan bidang tanah milik Rahman disebutkan sebagai hasil sendiri. Nilai 32 bidang tanah tersebut Rp58.692.120.000 (Rp58 miliar). Selain itu, Rahman tercatat memiliki 3 mobil. Total nilai mobil milik Bupati Nganjuk periode 2018-2023 itu sebesar Rp764 juta.

Baca Juga: Ini Dia Warga Nganjuk yang Curi 5 Lusin Celana di Pasar Klewer Solo

Rahman mempunyai harta bergerak lain yang nilainya Rp1,21 miliar. Dia juga mempunyai surat berharga senilai Rp32.201.677.364 (Rp32 miliar), harta berupa kas dan setara kas sebesar Rp26.479.737.669 (26 miliar). Rahman memiliki utang sebesar Rp2,45 miliar.

Kabarnya, Kasatgas Penyelidik dalam OTT Bupati Nganjuk adalah Harun Al Rasyid. Harun merupakan satu di antara 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai ASN. Ia disebut tidak lulus tes wawasan kebangsaan yang kontroversial itu.

Harun juga dikenal aktif di Wadah Pegawai atau WP KPK dan pernah pula menjadi Ketua WP KPK. Nama Harun juga sempat mencuat kala menjadi salah satu penggugat perihal hak angket DPR terhadap KPK tahun 2017 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Terlepas dari itu, Harun sendiri mengakui dirinya sebagai kasatgas penyelidik dalam OTT Bupati Nganjuk kali ini. "Insyaallah," jawab Harun singkat kepada detik.com.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago