Puncak Arus Mudik Lebaran Diprediksi 2 Mei 2021
Solopos.com|soloraya

Puncak Arus Mudik Lebaran Diprediksi 2 Mei 2021

Puncak arus mudik tahun ini diprediksi terjadi lebih awal, yakni pada 2 Mei 2021.

Solopos.com, SOLO — Puncak arus mudik Lebaran melewati ruas jalan tol Solo - Ngawi diprediksi terjadi pada Minggu (2/5/2021) mendatang. Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku pengelola ruas tol ini memperkirakan volume lalu lintas pada puncak mudik sebanyak 42.833 kendaraan.

General Manager Teknik dan Operasional JSN, Saktia Lesan Dianasari, mengatakan merujuk pada larangan mudik 6-17 Mei 2021, sehingga diperkirakan masyarakat akan melakukan perjalanan ke kampung halaman lebih awal.

“Kami menyiapkan tim untuk menghadapi puncak arus mudik dan balik pada Lebaran ini. Kami memprediksi puncak arus mudik pada Minggu [2/5/2021]. Jadi kemungkinan pada Sabtu [1/5/2021] mulai ada volume peningkatan kendaraan karena orang akan mengejar sebelum 6 Mei,” ujar dia, saat ditemui wartawan, Jumat (30/4/2021).

Saktia menjelaskan dengan kondisi seperti ini puncak mudik diperkirakan terjadi sebelum adanya larangan mudik, yakni pada 2 Mei 2021 dengan volume lalu lintas 42.833 kendaraan. Sedangkan puncak arus balik diprediksi setelah larangan mudik terjadi pada 23 Mei 2021 dengan volume lalu lintas mencapai 45.320 kendaraan.

Baca juga: 4 Takjil Favorit Warga Soloraya, Mana Kesukaanmu?

Di sisi lain, Lebaran tahun ini diperkirakan jatuh pada 13 dan 14 Mei 2021. Pada momen tersebut volume lalu lintas beban ruas diprediksi meningkat 100% dari lalu lintas pada sebelum dan sesudah pelarangan mudik, yakni pada 1-5 Mei dan 18-23 Mei, dengan volume lalu lintas dari 15.846 menjadi 31.692 kendaraan per hari.

“Tentunya ini akan berbeda jauh dengan Lebaran tahun lalu [2020]. Tahun lalu hanya ada 2.000 kendaraan yang melintas karena penyekatan ketat dan larangan mudik. Sedangkan Lebaran 2019 volume lalu lintas sangat tinggi mencapai 38.000 kendaraan per hari. Hal ini karena saat itu tol trans Jawa menyambung untuk kali pertama,” imbuh dia.

Pihaknya mencatat hingga saat ini kondisi lalu lintas tol di ruas ini masih normal pada saat pandemi 12.000 - 13.000 kendaraan per hari. Namun demikian, pada April dikarenakan ada libur panjang akhir pekan volume naik mencapai 20.000 kendaraan/hari. Angka ini sebenarnya merupakan jumlah volume normal lalu lintas tol sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Mudik Dilarang, Pemkot Semarang Dirikan 9 Pos Penyekatan Di Lokasi Ini

Titik Penyekatan

Di samping itu, di ruas jalan tol ini ada dua titik penyekatan terkait larangan mudik, yakni di gerbang tol Sragen KM 528 dan gerbang tol Ngawi KM 579. Meskipun begitu, pihaknya berharap penyekatan ini tidak berdampak signifikan terhadap volume lalu lintas yang masuk tol.

“Kami sedang berembug dengan Polda terkait agar titik penyekatan satu saja,” kata dia.

Manajer Operasional JSN, Imam Zarkasi, menambahkan adanya penyekatan sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik sudah berlaku di wilayah Jawa Timur, tepatnya di gerbang tol Ngawi KM 579.

Baca juga: Setop Berburu Garangan! Ini Tips Cegah Ular Masuk Rumah Dari Damkar Karanganyar

“Kalau di titik ini tidak dilakukan putar balik, warga diperiksa punya tidak kelengkapan bepergian, seperti tes Covid-19 [antigen/PCR]. Kalau tidak ada petugas terkait melakukan tes langsung. Sedangkan di ruas wilayah Polres Sragen ada juga tes di tempat di titik KM 519 B,” tutur dia.

Imam menjelaskan pada larangan mudik nanti penurunan jumlah volume kendaraan tidak terlelakkan. Namun demikian, pihaknya berharap lalu lintas kendaraan lokal meningkat 50% dari 10.501 kendaraan menjadi 15.752 kendaraan per hari.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago