[x] close
top ear
Anggota Dewan Pertimbangan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sukoharjo, Choirul Rus Suparjo (tengah), menyampaikan klarifikasi terkait kasus meninggalnya pesilat remaja di Trangsan, Gatak, Sabtu (11/7/2020). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
  • SOLOPOS.COM
    Anggota Dewan Pertimbangan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sukoharjo, Choirul Rus Suparjo (tengah), menyampaikan klarifikasi terkait kasus meninggalnya pesilat remaja di Trangsan, Gatak, Sabtu (11/7/2020). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

PSHT Sukoharjo: Pemukulan kepada Remaja Pesilat Gatak Murni Penganiayaan, Bukan Latihan

PSHT Sukoharjo menegaskan pemukulan terhadap remaja pesilat di Gatak murni kasus penganiayaan.
Diterbitkan Sabtu, 11/07/2020 - 22:14 WIB
oleh Solopos.com/R Bony Eko Wicaksono
2 menit baca

Solopos.com, SUKOHARJO – Latihan silat berujung maut yang dialami remaja pesilat asal Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Minggu (5/7/2020) memasuki babak baru. Korban bernama Faizal Adi Rangga yang merupakan remaja pesilat itu meninggal dunia akibat mengalami pemukulan saat berlatih di Sukoharjo.

Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT Sukoharjo mengatakan kasus pemukulan ini murni penganiayaan, bukan latihan. Hal ini diungkapkan anggota Dewan Pertimbangan PSHT Sukoharjo, Choirul Rus Suparjo.

Choirul menyebut pemukulan saat latihan yang dilakukan sembilan pelaku terhadap remaja pesilat Sukoharjo tersebut murni kasus penganiayaan. Dalam ajaran pencak silat PSHT, latihan fisik dan mental harus mengedepankan kesiapan fisik pesilat.Apabila kondisi fisik pesilat belum siap maka tak boleh ada pemukulan di bagian tubuhnya.

Kenalkan, Ini Daniella Si Bakul Hik Cantik di Klaten, Pelanggan Dijamin Auto-Modus 

“Saya pun jika kondisi fisik tak siap bakal terjatuh jika dipukul. Memang ada latihan untuk meningkatkan kebugaran tubuh namun kondisi fisik harus benar-benar prima,” ujar dia saat jumpa wartawan, Sabtu (11/7/2020).

Dia menambahkan, pemukulan saat latihan yang dilakukan pelaku terhadap remaja pesilat Sukoharjo itu bukan ajaran PSHT.

“Kami keberatan jika latihan pencak silat di Gatak yang berujung maut merupakan bagian latihan PSHT Sukoharjo. Ada organisasi lain yang mengatasnamakan PSHT dengan memakai seragam hitam dengan lambang bunga terate. Ada dualisme kepemimpinan sesuai hasil parapatan luhur [Parluh] 16 dan 17. Bisa dikatakan ilegal karena bukan resmi anggota PSHT,” sambung dia.

Wadaw! Petugas Tiket Bus Sumber Group Jurusan Surabaya-Jogja Positif Covid-19 

Pelajaran Bersama

Lebih jauh, Choirul menyampaikan kasus meninggalnya pesilat remaja di Gatak menjadi pembelajaran semua pihak.

“Kasus ini mirip kasus di Banjarsari, Solo. Kasus ini menjadi pembelajaran bagi aparat penegah hukum dan masyarakat. Jangan sampai terulang lagi di masa pandemi Covid-19,” papar dia.

Sebelumnya, aparat kepolisian telah menangkap sembilan pelaku yang diduga terlibat menyerang Faizal saat latihan silat. Enam pelaku di antaranya masih di bawah umur, sementara tiga pelaku lain sudah dewasa. Pemukul remaja pesilat Sukoharjo itu telah ditahan di Mapolres Sukoharjo.

Ambyarrr… Thathit Paksi Penabuh Gendang Dory Harsa Nikah Gaes 


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini