top ear
Tiang pancang untuk jaringan listrik aliran atas (LAA) kereta rel listrik (KRL) berjajar di sepanjang rel KA wilayah Klaten, Rabu (15/4/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
  • SOLOPOS.COM
    Tiang pancang untuk jaringan listrik aliran atas (LAA) kereta rel listrik (KRL) berjajar di sepanjang rel KA wilayah Klaten, Rabu (15/4/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Proyek KRL Solo-Jogja Terhambat Wabah Covid-19: Pekerja Minim, Material Susah Didapat

Pembangunan proyek kereta rel listrik atau KRL Solo-Jogja khususnya pembangunan fisik jaringan listrik aliran atas (LAA) terhambat wabah Covid-19
Diterbitkan Minggu, 19/04/2020 - 23:00 WIB
oleh Solopos.com/Farida Trisnaningtyas
3 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Pembangunan proyek kereta rel listrik atau KRL Solo-Jogja khususnya pembangunan fisik jaringan listrik aliran atas (LAA) terhambat wabah Covid-19. Pelaksana proyek kesulitan mendapatkan pekerja dan material bangunan.

Saat ini, pelaksana proyek tengah fokus menggarap struktur fondasi bawah untuk jaringan listrik. Namun demikian, proyek di bawah tanggung jawab Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah dan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan ini turut terkena dampak wabah Covid-19.

Hambatan itu yakni adanya pembatasan jam operasional pengerjaan proyek hingga minimnya tenaga kerja sebagai konsekuensi penerapan pembatasan sosial dan fisik yang dikeluarkan pemerintah untuk mencegah corona.

Berstatus PDP Corona, Tenaga Kesehatan Pertama di Soloraya Asal Grogol Sukoharjo Meninggal

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Nur Setyawan, mengatakan proyek fisik pembangunan jaringan LAA untuk tahap pertama KRL Solo-Jogja menggarap jalur Jogja-Klaten. Jalur ini ditargetkan bisa beroperasi September-Oktober 2020.

“Kami fokus mengerjakan struktur fondasi bawah, yakni pengecoran untuk pendirian tiang-tiang. Kalau dari target harian mundur sekitar 25% dari total 10 paket yang dikerjakan. Jadi, misalnya harusnya bisa merampungkan empat titik, karena kondisi seperti ini menjadi empat saja,” ujarnya kepada Solopos.com, Rabu (15/4/2020).

Pelajar Solo Konvoi di Tengah Pandemi Corona, Merayakan Apa?

Lebih lanjut, Nur menjelaskan seharusnya ini menjadi saat yang tepat untuk mengebut proyek tersebut. Sebagian besar operasional kereta api (KA) reguler wilayah Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta dibatalkan sementara waktu.

Material Impor

Alhasil jalur KA Klaten-Jogja cukup sepi, sangat ideal untuk menggarap proyek KRL Solo-Jogja. Akan tetapi, minimnya tenaga kerja di lapangan menjadi kendala tersendiri.

Hal ini ditambah material impor yang belum bisa didatangkan lantaran efek Covid-19. Menurutnya, banyak tenaga lapangan harian pulang ke tempat asal mereka.

Rapid Test Karanganyar: Pensiunan Pegawai Bank di Cangakan Positif Covid-19

Selain khawatir mereka tidak bisa mudik, khususnya untuk tenaga harian tidak ada jaminan apakah dalam waktu tiga bulan bisa terus bekerja. Terlebih sekarang ini proyek hanya boleh dikerjakan saat siang hari karena adanya pembatasan.

Praktis, kebijakan ini memengaruhi target pekerjaan, jumlah pekerja, hingga material yang digunakan pada proyek KRL Solo-Jogja.

Di sisi lain, proyek jaringan LAA ini juga berkaitan erat dengan ketersediaan material. Menurutnya, untuk barang material dari dalam negeri 90% ada. Hanya material impor berupa insulator listrik yang mesti didatangkan dari Jepang.

30 Menit Penuh Haru di Pemakaman Perawat Berstatus PDP Covid-19 Asal Grogol Sukoharjo

Selain terganjal produksi barang yang terganggu Covid-19, cara pengirimannya juga terganggu. Di satu sisi, pengiriman barang melalui jalur udara dibatasi, sedangkan jika menggunakan jalur laut terlalu lama.

Target Akan Terganggu

“Lingkup kerja kami adalah membuat struktur bawah, tiang, dan kabel listrik. Proses pengujian juga berhenti sementara. Biasanya ini melibatkan dari pusat, tapi karena mobilitas dibatasi tidak bisa dijalankan. Kami khawatir jika lewat Mei-Juni-Juli kondisi tidak membaik, target akan terganggu,” imbuhnya.

Kasus Pertama Positif Corona Boyolali Warga Simo

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan dari pantauannya di lapangan pendirian tiang pancang proyek KRL jaringan LAA Solo-Jogja tersebut sudah sampai Stasiun Tugu, Yogyakarta.

“Proyeknya masih jalan terus, tapi ada arahan untuk menerapkan pembatasan sosial dan fisik. Jadi tentunya mesti menyesuaikan yang ada di lapangan. Mereka juga tetap jalan dengan menjalankan standar prosedur bekerja di masa pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini