SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri BUMN Rini Soemarmo (kanan) dalam kereta api bawah tanah (subway) Beijing, Tiongkok, Kamis (26/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Rini Utami)

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ternyata kemahalan dibandingkan proyek serupa di Iran.

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah meminta pemerintah Tiongkok memverifikasi ulang nilai kontrak megaproyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung yang dikabarkan jauh lebih mahal dibanding nilai investasi proyek serupa di Iran.

Promosi BRI Kantor Cabang Sukoharjo Salurkan CSR Senilai Lebih dari Rp1 Miliar

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kepada Duta Besar (Dubes) China Tiongkok untuk Indonesia, Xie Feng, saat keduanya bertemu di Kantor Wakil Presiden Jalan Merdeka Utara, Kamis (28/1/2016).

“Saya juga tadi sampaikan ke Dubes China untuk meminta verifikasi lebih lanjut atas informasi itu. Dia akan janji untuk itu [memeriksa fakta terkait nilai proyek],” paparnya di Kantor Wakil Presiden, Kamus(28/1/2016).

Saat ini, investor asal Negeri Tirai Bambu China Railway Engineering Corporation menjalin kerja sama dengan konsorsium infrastruktur milik negara untuk membangun proyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung sepanjang 142 km. Megaproyek tersebut diperkirakan menelan dana investasi mencapai US$5,58 miliar.

Nilai investasi itu jauh lebih tinggi dari dana proyek kereta cepat di Iran. Dengan jarak rel mencapai 400 Km, proyek kereta cepat rute Tehran menuju Isfahan itu hanya membutuhkan dana senilai US$2,73 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya