Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Program Matching Fund, Dosen UKSW Ciptakan Aplikasi eRumputTernak

program matching fund ini dilaksanakan melihat masalah yang dihadapi usaha perternakan, antara lain jumlah produk belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dan pelangan, terbatasnya lahan produksi, serta harga bahan baku complete feed cukup mahal.
SHARE
Program Matching Fund, Dosen UKSW Ciptakan Aplikasi eRumputTernak
SOLOPOS.COM - Ketua tim peneliti Suprihadi saat memaparkan diseminasi Pengembangan Aplikasi Practical ERP untuk Startup Kemitraan Usaha Produksi Hijauan Pakan Ternak. (Istimewa/Humas UKSW)

Solopos.com, SALATIGA–Wakil Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Bidang Riset Inovasi dan Kewirausaahan Eko Sediyono membuka kegiatan Seminar dan Diseminasi Peluang dan Tantangan Startup Digital Kemitraan Usaha Produksi Hijauan Pakan Ternak dalam Usaha Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Para Pelaku Usaha Industri Peternakan di Indonesia yang diadakan di di Auditorium Ds. S. Djojodihardjo Fakultas Teknologi Informasi (FTI), Selasa (06/12/2022).

Kegiatan ini menjadi bagian rangkaian program Matching Fund Kedaireka 2022 berjudul Pengembangan Aplikasi Practical ERP untuk Startup Kemitraan Usaha Produksi Hijauan Pakan Ternak yang diketuai Suprihadi.

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Eko Sediyono menyambut baik terselenggaranya program matching fund yang juga berkolaborasi dengan dosen dan mahasiswa fakultas lain di UKSW, yaitu Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Pertanian dan Bisnis dan juga Fakultas Hukum.

Eko Sediyono mengatakan ke depan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dapat menggunakan model kolaboratif dengan fakultas lainnya seperti ini.

Baca Juga: Dies Natalis ke-63, FH UKSW Ajak Bekerja Bersama Satu Keluarga

“Kami bersyukur terselenggara acara ini, semoga berjalan dengan lancar dan tidak hanya berhenti disini saja karena kebutuhan pakan ternak dan inovasi di bidang pangan sangat dibutuhkan. Kami berharap program ini terus berjalan, baik dengan pendanaan dari luar maupun dari internal UKSW. UKSW selama ini sudah memberikan pendanaan internal untuk menopang pendanaan dari luar. Dengan kepemimpinan yang baru ini, program ini tetap berjalan dan akan ditingkatkan lagi,” kata Eko Sediyono.

Seminar dan diseminasi ini menghadirkan 3 pembicara, yaitu Sumardi dengan materi pengembangan ternak ruminansia berbasis digitalisasi usaha hijauan pakan ternak; R. Bambang Herkaryanto yang menyampaikan paparan tentang pakan inovasi penunjang kesehatan ternak, dan Anom Prabowo dengan materi inovasi pakan ternak sebagai solusi peningkatan produktivitas industri peternakan.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Suprihadi menyampaikan dari seminar ini diharapkan dapat menghasilkan komitmen bersama antara pelaku usaha industri peternakan dalam usaha mewujudkan kesejahteraan bersama.

Komitmen bersama ini ditunjukkan dalam penandatanganan Piagam 10 Prinsip Pembangunan Industri Peternakan dalam Era Digital.

Baca Juga: Penampilan Pianis Belanda Yang Yang Cai Pukau Penonton di UKSW

Suprihadi menjelaskan program matching fund ini dilaksanakan melihat masalah yang dihadapi usaha perternakan, antara lain jumlah produk belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dan pelangan, terbatasnya lahan produksi, serta harga bahan baku complete feed cukup mahal.

Program yang berjudul Pengembangan Aplikasi Practical ERP untuk Startup Kemitraan Usaha Produksi Hijauan Pakan Ternak ini merupakan wujud nyata dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kilas Balik 2022 - Emagz Solopos

Melalui portal Kedaireka, tim Pengusul dari UKSW bersama mitra Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dari CV Cahaya Baru telah melaksanakan beberapa kegiatan dalam upaya menerapkan rencana bisnis dan business model canvas (BMC) untuk startup yaitu eRumputTernak.

Aplikasi eRumputTernak ini dirancang khusus untuk mengelola satu jenis usaha dari hulu sampai hilir, dalam project matching fund ini adalah kemitraan usaha produksi hijauan pakan ternak.

Baca Juga: UKSW Komitmen Natal 1 Hati: Kasih Sejati Lupakan Perbedaan!

“Melalui aplikasi ini, dapat diperoleh berbagai informasi yaitu luas dan lokasi lahan penanaman rumput, waktu tanam, durasi tanam, durasi panen, dan juga foto lahan yang sudah ditanami. Sistem ini dibangun untuk membantu pengelola dalam usaha monitoring dan menjaga mutu panen,” kata Suprihadi.

Anggota peneliti Suharyadi mengatakan saat ini sebagai uji coba sudah ada sekitar 12 hektare lahan di Desa Kadirejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang dan Kecamatan Tingkir yang sudah ditanami rumput untuk percobaan aplikasi tersebut.

Sebanyak 60 petani dari dua kecamatan tersebut juga sudah dilibatkan. Dalam seminar ini juga hadir tamu undangan lain antara lain dari STIE AMA, pelaku usaha Sarjono Farm, Hery Farm, pemilik usaha Sahabat Ternak Yogyakarta, Citra Kinaraya sebuah koperasi bidang pangan dan pakan ternak dari Demak, dan juga dari Desa Wisata Keditan.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode