top ear
Turis yang terkena virus corona dari Wuhan, China tiba di Bandara Ivalo, Finlandia, 24 Januari 2020. (Reuters-Lehtikuva/Tarmo Lehtosalo)
  • SOLOPOS.COM
    Turis yang terkena virus corona dari Wuhan, China tiba di Bandara Ivalo, Finlandia, 24 Januari 2020. (Reuters-Lehtikuva/Tarmo Lehtosalo)

Profesor UIN Surabaya Sebut Virus Corona Bisa Disembuhkan Lewat Rukiah, Benarkah?

Dia menganggap penyebaran virus Corona melibatkan setan sehingga lebih mudah ditangani dengan rukiah.
Diterbitkan Jumat, 14/02/2020 - 08:30 WIB
oleh Solopos.com/Adib Muttaqin Asfar
3 menit baca

Solopos.com, JAKARTA -- Ada pernyataan menarik tentang wabah virus Corona novel dari Guru Besar Ilmu Fiqih Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Prof DR Ahmad Zahro. Dia menyebut Virus Corona bisa disembuhkan lewat rukiah.

Meski jauh dari hasil penelitian medis, pendapat Ahmad Zahro tak mengingkari temuan bahwa virus Corona novel di tubuh manusia memiliki kemiripan dengan yang ada pada kelelawar, ular, dan terakhir trenggiling. Namun Zahro menganggap ada faktor selain virus Corona yang menyebabkan wabah itu.

"Dalam banyak hadis Nabi SAW menyebutkan adanya penyakit ain. Banyak sekali hadisnya. Penyakit ain itu pada mulanya adalah pernyakit misterius yang disebabkan oleh pandangan mata. Ain artinya mata," kata Zahro dalam ceramah di sebuah forum pengajian. Video rekaman ceramah itu ditayangkan di channel Youtube Azahro Official, Senin (3/2/2020), dengan judul ASAL USUL PENYAKIT VIRUS CORONA : Prof Dr KH Ahmad Zahro MA al-Chafidz.

Omnibus Law RUU Cilaka, Pasal Sakti Penjerat Pembakar Hutan Dihapus

Penyakit ain, kata dia, adalah penyakit yang disebabkan pengaruh setan melalui keahlian hipnotis. "Sudah saya sampaikan, hampir tidak ada penyakit yang tidak ada keterlibatan setan, apalagi corona. Ini perspektif spiritual KSS ya. Soal orang lain percaya monggo, tidak percaya tidak apa-apa," ujarnya.

Dalam perkembangannya, kata Zahro, ada penyakit yang makin parah dan berubah jenis menjadi misterius. Zahro menganggap penyakit akibat virus Corona dari Wuhan, China, adalah penyakit ain atau dipengaruhi setan.

Sedangkan setan, kata dia, mendapatkan pintu masuk dari makanan haram yang dia kaitkan dengan hewan-hewan inang virus Corona seperti kelelawar dan ular. Hewan yang tak boleh dimakan mendatangkan mudarat yang lebih besar daripada manfaat.

Bukan 23 Februari, Ini Tanggal Penentuan Gibran Rakabuming & Purnomo di Pilkada Solo

"Kelelawar itu binatang yang diharamkan. Sedikit atau banyak haram. Kodok, juga haram. Ular juga haram. Kodok kelelawar termasuk binatang yang dilarang membunuh. Ular karena binatang buas kita diperintahkan membunuh jika membahayakan. Tapi kalau tidak membahayakan jangan," terangnya.

Zahro mengakui temuan medis bahwa inang virus Corona adalah kelelawar. Dari situ dia menilai kebiasaan orang mengonsumsi binatang liar yang tak lazim dimakan. Dia pun menganggap penyebaran virus Corona juga melibatkan setan sehingga lebih mudah ditangani dengan rukiah di samping penanganan medis.

"Kemudian setelah itu setan ikut masuk. Corona yang berkembang disamping virus dan baksil, adalah setan, ain. Jenis penyakit ain. Maka penyembuhan Corona ini selain medis saya yakin lebih mudah dengan terapi atau rukiah," katanya.

Usulan Sanksi Remaja SMP Pelaku Perundungan Purworejo Ini Bikin Ganjar Merinding

Virus Corona dalam berbagai varian biasanya ditemukan di kelelawar. Tetapi South China Agricultural University menyampaikan hasil penelitian terbaru yang menyimpulkan urutan genom virus Corona saat ini berasal dari trenggiling. Dalam penelitian, virus pada trenggiling 99 persen identik dengan yang diambil dari pasien yang terinfeksi.

Menurut mereka, dengan hasil seperti itu, hewan yang terancam punah itu dapat berpotensi menjadi inang perantara yang memungkinkan infeksi terhadap manusia setelah mendapatkannya dari kelelawar sebagai inang utama.

Anies Baswedan Klaim Formula E Monas Dapat Rekomendasi TACB, Dinas Membantah

Trenggiling sendiri memang memiliki virus Corona sendiri dan satu virus lagi bernama sendai yang dominan di tubuhnya. Kemungkinan virus tersebut menyebabkan rekombinasi Corona dari kelelawar.


Editor : Profile Adib Muttaqin Asfar
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini