top ear
Ilustrasi penggilingan gabah. (Bisnis)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi penggilingan gabah. (Bisnis)

Produksi Beras di Jateng Susut 95.250 Ton Disebut Masih Surplus

Kepala Dishanpan Jateng Agus Wariyanto mengatakan stok atau ketersediaan beras di Jateng masih terbilang aman bahkan surplus.
Diterbitkan Selasa, 2/03/2021 - 12:11 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
2 menit baca

Solopos.com, SEMARANG -- Sepanjang tahun 2020, produksi beras di Jawa Tengah (Jateng) sepanjang tahun 2020 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan hasil produksi padi di Jateng selama 2020 mencapai 9,49 juta ton gabah kering. Jumlah ini turun sekitar 1,72% atau 0,17 juta ton dibanding produksi gabah kering pada 2019 lalu.

Turunnya hasi pertanian padi ini pun berpengaruh pada produksi pangan atau beras untuk konsumsi di Jateng. Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi, maka produksi gabah kering di Jateng tahun ini hanya mencapai sekitar 5,43 juta ton beras.

Baca juga: Jos! Warga Gotong-Royong Bangun Tanggul Ban Bekas di Tepi Sungai Mungkung Sragen

Jumlah itu lebih sedikit 1,72% atau sekitar 95.250 ton dibanding 2019 lalu yang mencapai 5,52 juta ton beras. Turunnya produksi padi di Jateng ini juga dipengaruhi luas lahan panen yang mengalami penyusutan.

Pada 2020 ini, luas panen padi di Jateng mencapai 1,67 juta hektare. Luasan ini susut sekitar 0,69% dibanding tahun sebelumnya, yakni 1,68 juta hektare.

Daerah Lumbung Padi

Sementara itu dari 35 kabupaten/kota di Jateng, Kabupaten Grobogan masih menjadi lumbung padi atau daerah pemasok padi terbanyak. Pada tahun 2020 ini, produksi padi di Grobogan mencapai 806.139 ton.

Sementara di posisi kedua ditempati Kabupaten Cilacap dengan produksi padi mencapai 793.907 ton, disusul Kabupaten Sragen dengan 714.852 ton.

Baca juga: Pesta Diskon Karanganyar Great Sale Digelar Sebulan, Yuk Ramaikan!

Sementara di posisi keempat ditempati Kabupaten Demak dengan produksi padi mencapai 659.065 ton dan Kabupaten Pati di peringkat kelima dengan produksi 593.000 ton gabah kering selama 2020.

Meski produksi beras berkurang, hal tersebut rupanya tidak berpengaruh pada ketersediaan pangan di Jateng.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng, Agus Wariyanto, mengatakan stok atau ketersediaan beras di Jateng masih terbilang aman. Bahkan, ketersediaan pangan di Jateng terbilang surplus.

Baca juga: 317 Nakes di Klaten Menanti Dosis Kedua Suntikan Vaksin Covid-19

“Pada tahun 2021 ini, kita [Jateng] surplus beras sekitar 2,9 juta ton,” ujar Agus kepada Semarangpos.com/JIBI, Senin (1/3/2021).

Agus mengatakan sepanjang 2020 stok beras di Jateng mencapai 6,15 juta ton. Sementara kebutuhan beras untuk masyarakat di Jateng berkisar 3,29 ton.

“Kalau Jateng sampai saat ini masih menjadi lumbung pangan nasional. Secara kontribusi bagi nasional sekitar 15%-16%,” terang Agus.


Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya