Pria di Ponorogo Ditemukan Meninggal Gantung Diri, Diduga Depresi

Seorang pria di Kabupaten Ponorogo ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumahnya.
SHARE
Pria di Ponorogo Ditemukan Meninggal Gantung Diri, Diduga Depresi
SOLOPOS.COM - Ilustrasi bunuh diri (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Solopos.com, PONOROGO — Seorang pria dari Kecamatan Kauman, Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di rumahnya, Minggu (22/5/2022) sekitar pukul 09.30 WIB. Diduga, pria berinisial SB itu gantung diri karena depresi.

Kapolsek Somoroto, Kompol Beni Hartono, mengatakan pertama kali yang menemuka pria malang itu gantung diri adalah Nurohmah. Saat itu, Nurohmah datang ke rumah SB untuk menukar sepeda motor.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Setelah tiba di rumah korban, saksi mencari korban di dalam rumah. Saat itu saksi menjumpai korban dalam keadaan menggantung di gawang pintu,” kata dia.

Mengetahui hal itu, Nurohmah berteriak meminta tolong. Kemudian para tetangga datang dengan memutus talis yang menjerat leher SB. Namun, saat ditolong itu, SB sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: Nahas, Petani Berusia 80 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas di Sumur Tua

Atas kejadian tersebut kedua saksi melaporkan kepada perangkat desa setempat dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumoroto.

“Adapun barang bukti kami amankan yaitu tali dadung plastik warna warna biru panjang 1,5 meter, kaos lengan pendek warna biru dan celana pendek warna abu–abu,’’ ujar Kompol Beni.

Tim Inafis Polres Ponorogo bersama Personel Polsek Somoroto serta tim medis dari Puskesmas Kauman melakukan olah TKP.

Baca Juga: Jos! Pemkab Ponorogo Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-Turut dari BPK

Dari hasil olah TKP, Aipda Galih, anggota Inafis Polres Ponorogo mengatakan dari hasil pengumpulan keterangan sejumlah saksi dan barang bukti, penyebab korban nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri karena diduga depresi atas sakit lambungnya yang tak kunjung sembuh.

“Hal itu juga dibuktikan dengan riwayat berobat dari rumah sakit sehingga dapat disimpulkan bahwa korban meninggal dunia murni akibat gantung diri karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda atau unsur penganiayaan,” kata dia.

Peringatan: Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan dan muncul pikiran untuk bunuh diri, segeralah hubungi hotline bunuh diri Indonesia melalui nomor 1119 (ekstensi 8) atau hotline kesehatan jiwa Kemenkes di nomor 021-500-454.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago