Presiden Jokowi Curhat Target Vaksinasi WHO Sulit Tercapai Karena Ini

Jokowi mengatakan saat ini lebih dari 7,6 miliar dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan di seluruh dunia, namun kesenjangan akses terhadap vaksin masih lebar.
Presiden Jokowi Curhat Target Vaksinasi WHO Sulit Tercapai Karena Ini
SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo melakukan video teleconference dengan Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020).(Liputan6.com-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Solopos.com, JAKARTA — Target vaksinasi WHO menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sulit tercapai karena diperkirakan hampir 80 negara tidak mencapai target vaksinasi 40 persen populasi pada akhir tahun 2021. Pada saat yang sama, lebih dari 100 juta dosis vaksin di negara G7 tidak terpakai dan kedaluwarsa.

“Karena itulah, pada KTT Asia-Europe Meeting ke-13 secara virtual, kemarin, saya mengajak para pemimpin negara Asia dan Eropa untuk bekerja sama. Dose-sharing harus digalakkan, produksi vaksin dinaikkan, dan kapasitas penyerapan negara penerima vaksin ditingkatkan,” cuit Jokowi dikutip dari akun Twitter @jokowi, Sabtu (27/11/2021).

Jokowi mengatakan saat ini lebih dari 7,6 miliar dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan di seluruh dunia, namun kesenjangan akses terhadap vaksin masih lebar. Sebanyak 64,99 persen populasi negara kaya telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, sementara di negara miskin baru 6,48 persen.

Baca juga: Jadi Obat Resmi Covid-19, Ini Data tentang Remdesivir

Di Indonesia hingga Jumat (26/11/2021), target vaksinasi 208.265.720. Saat ini, vaksinasi pertama sebanyak 137.505.204, vaksinasi kedua 93.105.029, dan vaksinasi ketiga 1.224.083.

Pada bagian lain, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro menyebutkan Indonesia saat ini berhasil mencatatkan indikator kasus harian di bawah 400 kasus dalam tujuh hari terakhir, angka kematian dibawah 0,1 persen, dan BOR di angka 3 persen.

Ajang Pembuktian

Menurut Reisa, pemerintah yakin masyarakat akan mengikuti berbagai pengaturan yang tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 62/2021 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru tahun 2022.

“Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 adalah ajang pembuktian, masyarakat Indonesia sendiri yang dapat menentukan kapan pandemi dapat berakhir di tanah air. Tentunya masyarakat Indonesia tidak ingin berlama-lama dengan pandemi. Jadi pasti akan mengikuti aturan tidak bepergian di nataru, disiplin protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi,” kata Reisa dalam keterangan persnya di Istana Negara, Jumat kemarin.

Baca juga: Siap Patuhi Putusan MK, Airlangga Sebut UU Ciptaker Masih Berlaku


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago