Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Presiden: Bantuan Gempa Buat Bangun Rumah, Jangan Beli Sepeda Motor!

Presiden mengingatkan warga penerima bantuan gempa benar-benar menggunakan uang mereka untuk membangun rumah dan bukan membeli keperluan lain, termasuk kendaraan.
SHARE
Presiden: Bantuan Gempa Buat Bangun Rumah, Jangan Beli Sepeda Motor!
SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo dalam sambutannya meminta warga korban gempa Cianjur, Jawa Barat, menggunakan uang bantuan gempa untuk membangun kembali rumah mereka, Kamis (8/12/2022).(ANTARA/Ahmad Fikri). (Ahmad Fikri)

Solopos.com, CIANJUR – Presiden Jokowi kembali mendatangi lokasi pengungsian korban gempa Cianjur, Jawa Barat, Kamis (8/12/2022).

Presiden mengingatkan warga penerima bantuan gempa benar-benar menggunakan uang mereka untuk membangun rumah dan bukan membeli keperluan lain, termasuk kendaraan.

PromosiMesin Baru di Mitsubishi L300 Euro 4: Lebih Bertenaga, Hemat Bahan Bakar

“Saya meminta yang sudah menerima langsung bangun kembali rumahnya, jangan sampai beli sepeda motor dari uang bantuan. Saya sudah tambah jumlahnya karena di Kementerian Keuangan masih ada dananya, jadi segera bangunkan rumah,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan bantuan tahap pertama.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Presiden berharap warga yang sudah mendapat bantuan tahap pertama langsung membersihkan puing rumah agar dapat dibangun kembali.

Baca Juga: Masuk Patahan Cugenang, 6 Desa di Cianjur Terlarang untuk Ditinggali

Warga juga bisa memanfaatkan material bangunan yang masih bisa dipakai guna meringankan beban pengeluaran sedangkan pembangunan dapat dilakukan secara gotong royong.

Pemberian bantuan gempa tersebut, menurut Presiden, sengaja diberikan secara bertahap untuk menghindari kejadian yang sama di beberapa wilayah di mana uang bantuan dipakai untuk membeli kendaraan bukan membangun rumah.

Baca Juga: Tenda Sakinah, Tenda Khusus bagi Suami Istri Korban Gempa Salurkan Hasrat

“Saya tegaskan segera bersihkan rumah dari puing bangunan yang ambruk dan segera bangun rumah kembali. Jangan sampai beli sepeda motor nanti tidak punya rumah,” katanya seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Besaran bantuan untuk korban gempa Cianjur, sudah dinaikkan yang semula rumah rusak berat Rp50 juta menjadi Rp60 juta, rusak sedang Rp25 juta menjadi Rp30 juta dan rusak ringan Rp10 juta menjadi Rp15 juta, bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk pembangunan kembali rumah yang rusak.

Baca Juga: Jember Kembali Digoyang Gempa Magnitudo 5,3 Selasa Petang

“Titipan saya agar pembangunan segera dilakukan dan cepat selesai sehingga warga tidak perlu lagi tinggal di posko pengungsian seperti sekarang,” kata Jokowi.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau enam desa di Kecamatan Cugenang dan Cianjur, Jawa Barat yang disebut Patahan Cugenang sepanjang 9 kilometer untuk tidak dipakai hunian warga.

Patahan Cugenang tersebut merupakan titik gempa yang akan bisa bergerak sewaktu-waktu dan mengancam keselamatan warga yang tinggal di atasnya.

Baca Juga: Peduli Gempa Cianjur, Siswa dan Guru di SDN 7 Wonogiri Galang Dana

“Patahan Cugenang sepanjang 9 kilometer membentang mulai dari Desa Cibeureum melintasi Desa Cijedil, Desa Mangunkerta, Desa Sukajaya yang masuk dalam Kecamatan Cugenang dan berakhir di Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Cianjur, Kamis (8/12/2022).

Dwikorita sempat menunjukkan bentangan patahan Cugenang yang diduga memicu terjadinya gempa berkekuatan 5.6 magnitudo mengguncang Cianjur dengan korban lebih 300 jiwa.

Tidak hanya perkampungan yang terletak lurus dengan Patahan Cugenang yang terlarang untuk ditinggali, termasuk wilayah di sekitarnya dilarang untuk dibangun kembali sebagai permukiman lantaran rentan ambruk jika terjadi gempa.

Baca Juga: Solid! Buruh Pabrik di Banyudono Boyolali Galang Dana bagi Korban Gempa Cianjur

“Tidak semua desa atau perkampungan yang masuk dalam patahan Cugenang harus dikosongkan, hanya wilayah yang bersinggungan langsung dengan Patahan Cugenang,” kata Dwikorita seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Dia menambahkan, sesuai dengan ketentuan tersebut, warga yang tinggal di desa rawan atau terlarang untuk kembali ditempati akan direlokasi ke sejumlah tempat yang sudah disiapkan pemerintah seperti di Kecamatan Cilaku dan Mande.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode