PPKM Mikro Sukoharjo Diperpanjang Hingga 31 Mei, Ini Perincian Aturannya
Solopos.com|soloraya

PPKM Mikro Sukoharjo Diperpanjang Hingga 31 Mei, Ini Perincian Aturannya

Pemkab Sukoharjo memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mikro sampai 31 Mei 2021 mendatang.

Solopos.com, SUKOHARJO -- Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengeluarkan Surat Edaran atau SE terbaru nomor 400/1517/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM skala mikro yang berlaku hingga 31 Mei 2021.

Tempat hiburan diminta mematuhi jam batas operasional maksimal pukul 21.00 WIB. Sementara jumlah pengunjung dibatasi maksimal 50% dan tidak boleh melebihi 50 orang dengan protokol kesehatan ketat.

"PPKM Mikro seharusnya berakhir pada 18 Mei lalu. Secara umum aturan dalam perpanjangan PPKM mikro ini tetap sama dengan sebelumnya," kata Etik kepada wartawan, Kamis (20/5/2021).

Baca Juga: Maling Kuras Harta Rp15 Juta Di Rumah Warga Kalijambe Sragen, Termasuk 3 HP dan 1 Laptop

Dalam SE tentang PPKM Mikro tersebut, Pemkab Sukoharjo mengatur penyelenggaraan hajatan pernikahan yang hanya diperbolehkan sistem "banyu mili" tanpa makan di tempat.

Selama pelaksanaan PPKM Mikro, jam operasional semua tempat usaha juga dibatasi maksimal pukul 21.00 WIB. Untuk rumah makan dan sejenisnya, kegiatan makan di tempat maksimal 50% kapasitas dan tidak boleh melebihi 50 orang.

Tempat Wisata

Untuk tempat wisata ada pembatasan pengunjung maksimal 30% kapasitas dan tutup pukul 15.00 WIB. "Aturan ini harus dijalankan dengan baik. Ini untuk mencegah penyebaran virus Corona," katanya.

Baca Juga: Waduh! Pengendara Motor Kecelakaan Gara-Gara Meja Di Tengah Jalan Dibal Boyolali

Sesuai SE Bupati Sukoharjo tentang PPKM mikro, Etik mengatakan ada empat kategori untuk Rukun Tetangga (RT). Zona hijau untuk RT yang tidak ada kasus corona dan jika ada suspek dilakukan tes dan dipantau rutin dan berkala.

Lantas zona kuning jika ada satu sampai lima rumah dalam satu RT ada kasus corona dalam tujuh hari terakhir, dilakukan pelacakan kontak erat. Selanjutnya isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat.

Zona oranye jika terdapat enam hingga 10 rumah dengan kasus corona di satu RT dalam tujuh hari terakhir. Selain melacak kontak erat, juga penutupan tempat ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor essensial.

Baca Juga: 37 Tahun Warga Baluwarti Ini Produksi Minuman Tradisional Khas Keraton Solo, Pelanggannya Dari Berbagai Daerah

Zona RT

Zona merah, jika terdapat lebih dari 10 rumah positif corona dalam satu RT selama tujuh hari terakhir. Pengendalian dilakukan dengan PPKM mikro tingkat RT wilayah Sukoharjo.

"RT yang zona merah diberlakukan PPKM tingkat RT, mencakup mencari suspek dan pelacakan kontak erat, melakukan isolasi mandiri atau terpusat. Kemudian menutup tempat ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lain kecuali sektor essensial. Melarang kerumunan lebih dari tiga orang, membatasi keluar masuk RT maksimal pukul 20.00 WIB, meniadakan kegiatan sosial masyarakat lingkungan RT," ujar Etik.

Etik mengatakan pandemi Covid-19 belum berakhir. Ia mengimbau warga mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, tidak berkerumun, kurangi mobilitas, dan menjaga jarak.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago