PPKM Level 4 Sragen Diperpanjang Sampai 23 Agustus, Objek Wisata Boleh Buka

PPKM Level 4 Sragen diperpanjang hingga Senin (23/8/2021) namun dengan sejumlah kelonggaran termasuk pembukaan objek wisata.
PPKM Level 4 Sragen Diperpanjang Sampai 23 Agustus, Objek Wisata Boleh Buka
SOLOPOS.COM - Dokumentasi Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Espos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 4 Sragen masih diperpanjang sampai Senin (23/8/2021). Namun, perpanjangan PPKM kali ini ada kelonggaran-kelonggaran.

Kelonggaran itu seperti boleh membuka tempat ibadah dengan kapasitas maksimal 50%, olahraga di tempat umum diperbolehkan per kelompok empat orang. Selain itu objek wisata boleh buka dengan kapasitas 25%.

Kebijakan tersebut disampaikan Bupati yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kepada wartawan, Selasa (17/8/2021).

Baca Juga: 325 Napi Lapas Sragen Dapat Remisi, 4 Orang di Antaranya Bebas

Saat itu, Bupati yang akrab disapa Yuni itu baru saja mengikuti upacara virtual peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI di Pendapa Sumonegaran Sragen.

“Sebenarnya saya rindu dengan kemeriahan peringatan HUT [Hari Ulang Tahun] Kemerdekaan seperti dua tahun lalu sebelum ada pandemi Covid-19. Peringatan Hari Kemerdekaan sekarang terbatas karena ada pandemi. Semoga pandemi segera berakhir dan tahun depan bisa merayakan HUT ke-77 Kemerdekaan,” harap Yuni, sapaan akrabnya.

Tempat Hiburan

Yuni menyatakan masyarakat Sragen diimbau tidak melakukan peringatan HUT Kemerdekaan karena PPKM level 4 diperpanjang sampai 23 Agustus 2021.

Baca Juga: Lahir 17 Agustus, Balita di Sragen Diberi Nama Putri Merah Putih

Ia mengungkapkan pada PPKM sepekan ke depan itu mulai ada kelonggaran, misalnya di tempat ibadah kalau pekan lalu 25% sekarang jadi 50%. Yuni melanjutkan selain itu olahraga juga dibolehkan secara berkelompok maksimal empat orang.

“Jadi kami bisa gowes lagi. Kemudian tempat hiburan atau wisata boleh dilakukan uji coba untuk melihat protokol kesehatannya bagaimana dengan kapasitas 25%. Misalnya, Sangiran, kolam renang, atau tempat wisata lainnya boleh buka. Untuk Objek Wisata Bayanan, kami belum memutuskan karena melihat perkembangan sepekan ke depan,” jelasnya.

Yuni mengungkapkan saat rapat virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan masih ada masalah data yang belum sinkron antara data di pemerintah pusat dengan di daerah.

Baca Juga: Polres Sragen Isikan 730 Tabung Oksigen Secara Gratis

Ia menyebut angka kasus Covid-19 Sragen berdasarkan data pemerintah pusat terhitung tinggi karena positivity rate lebih dari 18% dan kasus aktifnya sampai 1.000 orang. Padahal data Sragen, ungkapnya, angka positivity rate hanya 17% dan kasus aktifnya ada 600 orang.

Data Tidak Sinkron

“Artinya ada gap yang cukup signifikan tentang data Covid-19 antara pusat dan daerah. Dalam rapat virtual dengan Pak Gubernur, akhirnya kami mengambil sikap menggunakan single data di Kominfo. Mestinya masing-masing kementerian tidak perlu ada data lagi,” jelasnya.

Yuni menambahkan angka kasus aktif 1.000 orang itu angka rata-rata dalam sepekan yang aktif. Mereka yakni yang dirawat di rumah sakit, isolasi mandiri di rumah, dan isolasi terpusat di Technopark Sragen

Baca Juga: Mantul, 17 Anak Yatim Piatu karena Covid-19 di Sragen dapat Beasiswa dari Kapolda Jateng

Yuni menerangkan masalah data masih menjadi perbincangan, termasuk data kematian. Ia mengatakan pemerintah pusat mengambil data dari Kementerian Kesehatan. Setelah dicek pada aplikasi Kemenkes ternyata gap data yang muncul masih bisa ditoleransi karena hanya nol koma sekian.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto menerangkan selama daerah aglomerasi Soloraya ada yang level 4, Sragen tetap ikut level 4. Namun, untuk perhitungan epidemiologinya ia menyarankan agar bertanya langsung ke ahlinya.

Bed Occupancy Rate

“Yang jelas pembatasan seperti sebelumnya masih berlaku, seperti mati lampu jalan malam hari, penutupan akses jalan, dan seterusnya. Kalau belum turun level, kebijakan pembatasan itu tetap dilakukan,” katanya.

Baca Juga: Apotek di Tamanasri Sragen Dibobol Maling, Uang Rp16 Juta dan Obat-Obatan Raib

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr Hargiyanto, menyampaikan bed occupancy ratio (BOR) Sragen menurun di bawah 50%. BOR ruang intensive care unit (ICU) Covid-19 tinggal 48% dari kapasitas 25 tempat tidur. Sedangkan BOR ruang isolasi Covid-19 tinggal 45,29% dari total kapasitas 351 tempat tidur.

Tatag juga menyampaikan data kasus baru per Selasa sebanyak 15 orang dan kasus sembuh cukup tinggi di angka 76 orang. Namun, angka kematian Covid-19 masih 10 orang dalam sehari. Ia menyebut angka kesembuhan tinggi yakni 91,27% tetapi angka kematian juga relatif tinggi yakni 5,38%.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago