Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
 Petani mengoperasikan aplikasi pada telpon genggam saat menyiram kebun brokoli dalam metode pertanian cerdas berbasis teknologi atau smart farming di Desa Gobleg, Buleleng, Bali, Minggu (8/8/2021). Petani di desa tersebut memanfaatkan digitalisasi dan Internet of Things (IoT) saat bertani untuk memudahkan petani dalam proses pengolahan kebun dari jarak jauh yakni menyiram, memupuk, mengecek kelembaban tanah dan temperatur udara serta memantau masa penanaman hingga masa panen sekaligus melakukan pemasaran hasil pertanian secara daring. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/hp.
Espos Plus Soloraya

Potret Sukses Petani Muda, Kombinasi Ide dan Teknologi Jadi Kunci

Peningkatan kelompok usia milenial bahkan generasi Z (Gen Z) menjadi petani mulai terlihat, dimana mereka mengkombinasikan ide dan teknologi sebagai kunci meraih kesuksesan.

Solopos.com, KLATEN — Peningkatan kelompok usia milenial bahkan generasi Z (Gen Z) menjadi petani mulai terlihat, meski berdasarkan Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS) jumlah rumah tangga usaha pertanian mulai menurun. Petani muda itu mengkombinasikan ide dan teknologi sebagai kunci meraih kesuksesan.

SUTAS 2018 menunjukkan total jumlah rumah tangga usaha pertanian menurut kelompok umur kepala rumah tangga paling banyak berada pada rentang usia 45-54 tahun yaitu sebanyak 7.841.355 rumah tangga.

Berita Terpopular
Indeks Berita
Part of Solopos.com
ISSN BRIN
Punya akun? Silahkan login
Daftar sekarang...
Support - FaQ
Privacy Policy
Tentang Kami
Kontak Kami
Night Mode