Positif Covid-19 Solo Tambah 257 Kasus Dalam 3 Hari, 15 Orang Meninggal

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 Kota Solo bertambah 257 orang dalam tiga hari terakhir dengan 15 orang di antaranya meninggal dunia.
Positif Covid-19 Solo Tambah 257 Kasus Dalam 3 Hari, 15 Orang Meninggal
SOLOPOS.COM - Ilustrasi Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Jumlah warga Solo yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 257 orang dalam tiga hari terakhir, Rabu-Jumat (16-17/12/2020). Dengan tambahan itu, kumulatif jumlah kasus Covid-19 Kota Bengawan menembus 3.766 orang.

Dari tambahan 257 kasus baru konfirmasi positif corona itu, 15 orang tercatat meninggal dunia. Dengan demikian, total jumlah warga Kota Bengawan yang meninggal positif Covid-19 mencapai 191 orang.

Sementara itu, dari total 3.766 kasus konfirmasi positif Covid-19 itu, masih ada 1.362 orang yang statusnya positif aktif dan 197 di antaranya rawat inap di rumah sakit. Sedangkan 1.165 orang lainnya menjalani isolasi mandiri.

Terungkap, Ini Identitas Korban Kecelakaan Yang Meninggal Terbakar Dalam Mobil di Tol Sragen

Sementara itu, berdasarkan data kasus positif Covid-19 per kecamatan Kota Solo, Banjarsari masih menduduki posisi teratas dengan 1.243 kasus. Jebres menyusul kemudian dengan jumlah 1.067 kasus, lalu Laweyan dengan 719 kasus, Pasar Kliwon 453 kasus, dan Serengan 284 kasus.

Tak hanya jumlah kasus konfirmasi positif, Kecamatan Banjarsari juga mencatatkan jumlah kematian tertinggi dengan pasien Covid-19 yakni sebanyak 67 orang. Kecamatan Jebres menempati posisi berikutnya dengan 62 orang meninggal, Pasar Kliwon 27 orang, Laweyan 21 orang, dan Serengan 14 orang.

Perawat Meninggal Positif Covid-19, DKK Solo: Lonjakan Kasus Bikin Nakes Kelelahan

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan lonjakan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 Kota Bengawan yang kerap mencapai tiga digit dalam sehari membuat kalangan tenaga kesehatan kelelahan.

Beban Berat Nakes

Beban tugas mereka menjadi semakin berat. Ning, sapaan akrabnya, mengaku kerap mendengar keluhan mengenai lonjakan pasien rujukan Covid-19 dari beberapa daerah, khususnya Soloraya.

Ning juga mengaku sering mendengar curahan hati (curhat) dari tenaga kesehatan lingkungan puskesmas. Mereka tak hanya bertugas menangani pasien Covid-19, tapi juga program daerah seperti gizi bayi, balita, anak dan ibu hamil, TBC, demam berdarah, dan sebagainya.

Karantina Pemudik dan Wajib Rapid Test Antigen Bagi Wisatawan Solo Berlaku Mulai 20 Desember

Tugas penanganan Covid-19 yang dibebankan kepada nakes Puskesmas di Solo tersebut antara lain tracing kontak pasien positif, pemantauan warga yang isolasi mandiri, pengambilan spesimen untuk uji swab. Kemudian mengantar kontak erat dan dekat pasien Covid-19 untuk uji swab, mengantarkan hasil uji swab, dan sebagainya.

“Seluruh tugas itu memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19. Kami sudah mencatat puluhan kasus pada nakes lingkungan kami sendiri, belum dari instansi kesehatan lain. Makanya, masyarakat harus terus waspada, protokol kesehatan wajib dilakukan. Masyarakat juga sering menyepelekan nakes,” ucap Ning, Jumat.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago