[ X ] CLOSE

Polres Sragen Bergerak Testing Covid-19 Dari Hajatan Ke Hajatan, Ada Yang Positif?

Aparat Polres Sragen bergerak dari hajatan ke hajatan di 20 kecamatan untuk testing Covid-19 bagi mereka yang terlibat dalam acara tersebut.
Polres Sragen Bergerak Testing Covid-19 Dari Hajatan Ke Hajatan, Ada Yang Positif?
SOLOPOS.COM - Seorang pengantin diambil specimen lendir pada hidung saat pelaksanaan testing dengan swab antigen di wilayah Kecamatan Karangmalang, Sragen, Minggu (30/5/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Polres Sragen memerintahkan Polsek di 20 kecamatan untuk berkoordinasi dengan satuan tugas (satgas) penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan dan desa untuk memasifkan testing di tempat hajatan warga mulai Sabtu (29/5/2021).

Ratusan orang yang terlibat dalam kegiatan hajatan diperiksa dengan tes swab antigen dan hasilnya negatif. Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kabag Ops Polres Sragen Kompol Dudi Pramudia kepada Solopos.com, Minggu (30/5/2021), menyampaikan selama Sabtu sudah ada 147 warga yang di-swab antigen di tujuh kecamatan.

Selanjutnya pada Minggu kegiatan swab antigen dilakukan di delapan kecamatan dengan sasaran sebanyak 250 orang. “Untuk lima kecamatan lainnya akan dilakukan pada Sabtu atau Minggu besok karena hajatan digelar biasanya setiap Sabtu dan Minggu. Kami siap gerak pada dua hari itu,” ujarnya.

Baca Juga: Pengantin & Orang Tuanya Positif Covid-19, Hajatan Di Blimbing Sragen Batal

Testing Covid-19 oleh aparat Polres Sragen itu bertujuan meminimal persebaran Covid-19. Polisi juga mengimbau agar hajatan dilakukan secara drive thru supaya tidak terjadi kerumunan.

Pantauan Solopos.com di wilayah Kecamatan Karangmalang, pelaksanaan testing dipimpin Kapolsek Karangmalang AKP Supadi. Dalam pelaksanaan testing itu, Supadi menggandeng Satgas Kecamatan Karangmalang dan Satgas Desa setempat. Plt Camat Karangmalang Catur Sajanto bersama Sekretaris Kecamatan Karangmalang Sutrisno sempat mengikuti testing itu.

Setiap Hajatan Dites 12 Orang

“Yang di-swab antigen itu sepasang pengantin, orang tua pengantin perempuan, sepasang besan, among tamu, pelaku hiburan, jayengan, karangtaruna, dan tamu. Semua diambil sampel acak,” ujar Supadi saat ditemui Solopos.com di lokasi hajatan, Dukuh Dayu, Jurangjero, Karangmalang, Sragen, Minggu siang.

Baca Juga: Sempat Keguguran, Begini Kronologi Pengantin Di Sragen Batal Gelar Hajatan Karena Covid-19

Testing Covid-19 bersama aparat Polres Klaten itu untuk setiap hajatan diambil 12 orang. Pada Minggu, ada tiga lokasi hajatan sehingga ada 36 orang yang swab antigen dan hasilnya negatif semua.

Supadi menyampaikan swab antigen ini sebagai tindak lanjut atas perintah Kapolda dan Pangdam saat berkunjung ke Sragen lantaran Sragen menjadi zona merah. Ia menyampaikan selama dua pekan ke depan diharapkan dengan testing yang masif, Sragen bisa keluar dari zona merah risiko Covid-19.

“Kami membawa lima dus antigen, setiap dus berisi 40-50 unit alat antigen. Pelaksananya dari tenaga kesehatan puskesmas. Testing dilakukan masif agar supaya betul-betul bisa menekan kasus Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga: Gara-Gara Mengambil Rokok, Pemancing Karanganyar Tenggelam di WKO

Tanggapan Calon Pengantin Dites Covid-19

Seorang pengantin laki-laki asal Bogor, M Fathur Rahman, 24, mengikuti testing Covid-19 oleh Polres Sragen bersama Satgas Covid-19 setempat. Hasilnya negatif.

Fathur menjalani resepsi pernikahan dengan istrinya di Dukuh Dayu RT 028, Jurangjero, Karangmalang, Sragen. Ia setuju dengan pelaksanaan swab antigen di lokasi hajatan dengan tujuan untuk memperkecil risiko persebaran Covid-19. “Saya sudah dua kali swab. Dulu saat lamaran dan hari ini. Swab memang salah satu upaya untuk meminimalkan kasus,” katanya.

Baca Juga: Sragen Keras Lur! Tamu Undangan Mendadak di-Swab Antigen di Lokasi Hajatan

Satu acara hajatan di Dukuh Klimput, Desa Plosokerep, Karangmalang, Sragen, juga menjadi sasaran testing Covid-19 bersama Polres Sragen. Sang pengantin laki-laki asal Sukodono, Mustofa, 30, juga mengaku tidak keberatan dengan pelaksanaan testing di lokasi hajatan karena tidak mengganggu pelaksanaan hajatan.

Pengantin perempuan, Rillia Ristiana, 28, menyampaikan sudah mendapatkan izin menggelar hajatan dan sudah menggunakan protokol kesehatan dengan ketat. “Izin itu yang mencarikan dari kelurahan. Dalam pelaksanananya kami juga menyiapkan petugas untuk protokol kesehatan,” katanya.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago