Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Polisi Sisir Gedung Pondok untuk Tangkap Anak Kiai Jombang Cabul

Polisi sisir seluruh gedung di dalam pondok untuk menangkap tersangka kasus pencabulan yang merupakan anak kiai Jombang.
SHARE
Polisi Sisir Gedung Pondok untuk Tangkap Anak Kiai Jombang Cabul
SOLOPOS.COM - Aparat kepolisian mengepung Ponpes Shiddiqiyah Jombang untuk menangkap anak sang kiai yang menjadi DPO kasus pencabulan, Kamis (7/7/2022). (Youtube/Kompas TV)

Solopos.com, JOMBANG — Upaya penangkapan anak kiai Jombang DPO kasus pencabulan berlangsung alot dan panas, Kamis (7/7/2022) siang. Sampai saat ini polisi belum berhasil menangkap tersangka bernama Moch Subchi Azal Tsani (MSA) atau Mas Bechi.

Ratusan aparat polisi dari Polda Jawa Timur dikerahkan untuk menangkap MSA di Pondok Pesantren Shiddiqiyah, Ploso, Kabupaten Jombang. Penangkapan terhadap tersangka pencabulan itu pun mendapatkan perlawanan dari puluhan orang yang berusaha menghalangi aparat kepolisian.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Selain mendapatkan perlawanan dari puluhan warga, polisi juga menemui kendala terkait luasan pesantren yang mencapai 5 hektare. Sehingga petugas harus menyisir di area pesantren untuk mencari Mas Bechi atau anak kiai Jombang cabul itu.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Dirmanto, mengatakan polisi saat ini terus melakukan penyisiran di area pesantren seluas 5 hektare tersebut untuk mencari MSA.

Baca Juga: Penangkapan Anak Kiai Jombang DPO Cabul, IPW: Polisi Tak Boleh Mundur!

“Kami jaga kondisi di dalam agar situasi aman sehingga orang dari uar pondok kami sisir. Kami periksa satu per satu. Kalau bukan orang pondok atau santri, kami bawa,” kata Dirmanto.

Dalam upaya penangkapan anak kiai Jombang DPO cabul itu, polisi mengamankan sekitar 60 orang. Puluhan orang itu diamankan karena mencoba menghalang-halangi petugas saat menangkap MSA.

“Di dalam juga masih kami periksa, kami pilah, mudah-mudahan cepat,” kata dia.

Baca Juga: Drama Penangkapan Anak Kiai Jombang DPO Cabul, Alot & Panas!

Dirmanto menuturkan polisi saat ini masih memeriksa satu per satu bangunan yang ada di pondok seluas 5 hektare tersebut.

“Sampai sekarang masih proses pencarian yang bersangkutan. Kan pondok ini seluas 5 hektare, kemudian bangunan banyak. Kami hunting, periksa satu per satu bangunan di dalam,” jelasnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode