Polisi Ingatkan Pengguna Instagram Tak Terpancing `Add Yours`

Polisi soroti celah pencurian data dari tren Add Yours pada aplikasi Instagram.
SHARE
Polisi Ingatkan Pengguna Instagram Tak Terpancing `Add Yours`
SOLOPOS.COM - Tampilan unggahan Add Your Story pada aplikasi Instagram yang disorot Polri sebagai celah pencurian data.

Solopos.com, SOLO – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengingatkan pengguna aplikasi medsos Instagram untuk tak terpancing oversharing alias kebablasan membagikan informasi diri. Pengguna Instagram juga dihimbau mewaspadai tren `Add Yours`.

Hal itu disampaikan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melalui akun Twitter, Rabu (1/12/2021). Dalam unggahan itu, dibahas secara khusus tren `Add Yours` yang menyebabkan oversharing data di medsos.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengajak netizen mengenali bahaya oversharing. “Mengumbar data pribadi ke media sosial dapat disebut oversharing atau berlebihan dalam membagikan informasi sensitif tentang kehidupan pribadi atau orang lain,” tulis pada akun itu.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

Baca Juga: Malas Mengetik? Pengguna WhatsApp Bisa Balas Pesan Pakai Cara Ini

Data dan informasi milik pengguna tampak biasa karena kerap menjadi informasi umum. Namun di tangan hacker, informasi tersebut bisa dijahit untuk membuat gambaran tentang target dan kemudian menentukan metode serangan digital yang akan mereka lakukan.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menggambarkan modus pelaku menggunakan Social Engineering. “Tren penipuan yang tengah marak di Instagram dikenal dengan nama social engineering. modus itu memanipulasi individu ataupun kelompok agar mau melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi secara sukarela,” tambah keterangan tersebut.

Baca Juga: Gass! Xiaomi 12 Bakal Pakai Chipset Snapdragon 8 Gen 1

Rupanya dalam catatan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Social Engineering tidak hanya terjadi di media sosial, modus serupa bisa dijalankan di layanan komunikasi manapun. “Di antaranya melalui telepon di mana penipu mengaku sebagai customer service ataupun staf bidang keuangan suatu persuahaan. Biasanya mereka meminta data pribadi atau mengirimkan link tautan ke aplikasi pesan atau pun email untuk kemudian setelah diakses oleh pemilik data pribadi data tersebut disalahgunakan,” tambah pada pengumuman itu.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga menghimbau menghindari mengunggah hal-hal berikut pada media sosial.

  • Data pribadi seperti tanggal lahir, nomor KTP, nomor telepon, foto kartu keluarga, nama lengkap anggota keluarga.
  • Ditambah dengan data terkait privasi seperti nama panggilan, nama kecil, nama hewan peliharaaan, plat kendaraan tempat kerja, nomor reknng bank dan email khusus.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago