[x] close
top ear
Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mutilasi Mayat dalam Koper Besok
  • SOLOPOS.COM
    Rilis kasus pembunuhan mayat dalam koper di Mapolda Jatim. (tribratanewspoldajatim.com)

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mutilasi Mayat dalam Koper Besok

Reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi mayat dalam koper rencananya digelar Rabu (24/4/2019) di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan di Kediri hingga TKP pembuangan di Blitar, Jawa Timur.
Diterbitkan Selasa, 23/04/2019 - 16:05 WIB
oleh Solopos.com/Newswire,
2 mnt baca -

Madiunpos.com, SURABAYA -- Reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi mayat dalam koper rencananya digelar Rabu (24/4/2019) di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan di Kediri hingga TKP pembuangan di Blitar, Jawa Timur.

Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard saat dimintai konfirmasi di Surabaya, Selasa (23/4/2019), mengatakan dari rekonstruksi adegan itu akan terlihat jelas bagaimana kedua pelaku melakukan aksinya. Selain itu, detail-detail pembunuhan juga akan terungkap.

"Kemungkinan kita berangkat hari ini, sekalian membawa tersangkanya, karena besok rekonstruksi akan kita mulai pagi sekitar pukul 08.00 WIB karena ada beberapa TKP ya," ujar Leo, panggilan akrab AKBP Leonard.

Sebelumnya, warga Blitar digegerkan penemuan mayat dalam koper di antara semak-semak dekat sungai, tepatnya di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar, Rabu (3/4/2019). Koper itu ditemukan pencari rumput di desa sekitar. (Simak: Fakta-Fakta Pembunuhan Mutilasi Mayat dalam Koper)

Saat ditemukan, di dalam koper terdapat mayat yang tidak memakai kain sehelai pun. Tak hanya itu, mayat tersebut tanpa kepala. Polda Jatim juga menangkap tersangka pembunuh Budi Hartanto, 28, yakni Aris Sugianto (AS), 34, dan Azis Nugroho (AJ), 23, Kamis (11/4/2019).

Sedangkan kepala korban ditemukan tersangkut ranting bambu di bantaran sungai kawasan Desa Bleber, Kediri. Pembunuhan dan mutilasi terhadap Budi Hartanto oleh kedua tersangka dilatarbelakangi motif asmara sesama jenis.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti golok, pisau besar, koper, ponsel, hingga sepeda motor.

Atas perbuatan mereka, kedua tersangka terjerat Pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP dan 365 Ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup tahun.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Editor : Rohmah Ermawati ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini