Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Polisi Gagalkan Peredaran 49.143 Butir Pil Ekstasi dari Malaysia

Polresta Barelang menggagalkan peredaran 49.143 butir pil ekstasi dari Malaysia dan menangkap seorang tersangka AT, 47, di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
SHARE
Polisi Gagalkan Peredaran 49.143 Butir Pil Ekstasi dari Malaysia
SOLOPOS.COM - Pihak kepolisian memperlihatkan batang bukti pil ekstasi sebanyak 49.143 butir. (ANTARA/HO-Humas Polresta Barelang)

Solopos.com, BATAM — Polresta Barelang menggagalkan peredaran 49.143 butir pil ekstasi dari Malaysia dan menangkap seorang tersangka AT, 47, di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri, menyatakan penangkapan ini merupakan kasus terbesar di Kepri.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

“Saya mengapresiasi Kasat Narkoba beserta personel Satresnarkoba Polresta Barelang yang mana semenjak saya menjabat Kapolresta Barelang, baru kali ini melakukan penangkapan terbesar di Kepri, yaitu narkotika jenis ekstasi hampir sebanyak 50.000 butir,” ujar Nugroho, di Batam, Selasa (4/10/2022).

Nugroho menjelaskan tersangka AT merupakan seorang kurir narkoba yang juga bekerja sebagai sekuriti. Dia sudah empat kali menjemput maupun mengambil narkotika ini.

Petugas berhasil menangkap AT pada 19 September 2022 atau setelah aksinya kali keempat. “Tersangka AT ini bertugas menjemput dan mengambil kiriman paket narkoba dari Johor Malaysia yang diangkut tekong kapal asal Indonesia,” ungkap dia.

Baca Juga : Waduh! 2,5 Kilogram Sabu-Sabu dan 675 Pil Ekstasi Siap Edar ke Jatim

Pil ekstasi tersebut diletakkan di pinggir pantai di salah satu hotel di Kota Batam. Barang tersebut akan diantar ke parkiran salah satu hotel sesuai perintah bosnya.

“Namun setelah tersangka mengambil barang narkotika tersebut dan mengangkatnya ke mobil, tim kami langsung berhasil menyergap tersangka AT di parkiran pinggir pantai tersebut,” ujar Nugroho.

Selain menyita pil ekstasi, polisi juga mendapatkan uang tunai Rp50 juta. Uang ini akan diberikan kepada tekong yang membawa narkotika dari Malaysia setelah sampai di pinggir pantai.

“Tapi sebelum berhasil dilakukan penangkapan terhadap tersangka,” imbuhnya.

Tersangka dijerat menggunakan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Selain itu pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Baca Juga : Polisi Gagalkan Peredaran 44 Kg Sabu-sabu dalam Kemasan Teh dari Myanmar



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode