Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Polemik UU KUHP, Asita: Tak Ada Pembatalan Massal Wisatawan ke Bali

Lebih dari satu juta orang Australia mengunjungi Indonesia setiap tahun dengan banyak yang terbang ke Bali, untuk berbagai kegiatan.
SHARE
Polemik UU KUHP, Asita: Tak Ada Pembatalan Massal Wisatawan ke Bali
SOLOPOS.COM - Wisatawan mancanegara beraktivitas di kawasan, Pantai Kuta, Bali, beberapa waktu lalu. (Antara/Nyoman Budhiana)

Solopos.com, DENPASAR – Pelaku pariwisata di Bali membantah informasi adanya pembatalan wisatawan secara massal atau besar-besaran dampak dari penetapan UU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travels Agencies (Asita) Bali, I Putu Winastra, menjelaskan tidak ada pembatalan kedatangan wisatawan yang dirasakan oleh travel agent, reservasi masih berjalan dengan normal walaupun terjadi penurunan pasca KTT G20.

PromosiMesin Baru di Mitsubishi L300 Euro 4: Lebih Bertenaga, Hemat Bahan Bakar

Asita menegaskan UU KUHP tersebut tidak langsung berlaku, ada masa sosialisasi selama tiga tahun.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

“Isu ini harus diluruskan karena UU KUHP ini akan berlaku 3 tahun lagi, dan kami yakin implementasinya tidak akan merugikan pariwisata,” jelas Winastra saat dihubungi Bisnis, Kamis (8/12/2022).

Baca Juga: Heboh Pasal Perzinaan, Tim KUHP: Esensinya Sama, Pelapornya yang Bertambah

Menurut Winastra, isu ini sengaja diembuskan oleh pihak tertentu atau kompetitor Bali yang tidak ingin wisata Bali pulih.

Sementara itu, Ketua Bali Tourism Board (BTB) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, menjelaskan pemberlakuan Pasal 415 di UU KUHP yang menjadi polemik hingga luar negeri dan disorot media asing merupakan bentuk kesalahpahaman yang perlu diluruskan.

“Justru KUHP yang baru ini lebih mempertegas KUHP yang lama, sekarang pasal itu sifatnya delik aduan, selama tidak ada yang mengadu ya tidak bisa dipermasalahkan (dipidana), justru ini lagi diatur dengan pemerintah, agar masyarakat tidak main hakim sendiri, tidak semua bisa melapor,” jelas Partha Adnyana.

Baca Juga: Hukuman Koruptor Lebih Ringan di KUHP Baru, Ketua KPK: Kami Punya UU Sendiri

Menurut Partha, reaksi yang terjadi di luar negeri yang banyak ditulis media asing tersebut karena kurangnya sosialisasi kepada mereka.

Pemerintah diharapkan mampu menyelesaikan polemik tersebut sehingga wisman tidak takut datang ke Bali.

Pelaku pariwisata tidak memiliki kewenangan yang luas dalam melakukan sosialisasi.

Masyarakat Bali khususnya pelaku pariwisata diminta tidak reaktif dengan polemik yang terjadi, karena ini berpotensi memberi peluang bagi kompetitor Bali mengambil wisman yang seharusnya ke Bali.

Baca Juga: Pasangan Tak Resmi Check In Hotel Bisa Dipidana, Begini Aturannya di Sukoharjo

“Kami minta ini tidak menjadi polemik agar ini tidak dimanfaatkan oleh kompetitor Bali,” ujar dia.

Pasal 415 UU KUHP yang menjadi sorotan luar negeri berbunyi “Setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana paling lama satu 1 (satu) tahun atau denda paling banyak kategori II”.

Pasal ini menjadi kontroversi di luar negeri karena tidak mendapat penjelasan yang baik soal konteks pasal tersebut.

Baca Juga: Beberapa Pasal RKUHP Mengancam Iklim Usaha dan Investasi

Padahal pasal tersebut bersifat delik aduan. Aduan hanya boleh dilayangkan oleh pihak yang terikat perkawinan dengan pelaku, orang tua dan anak bagi yang tidak terikat perkawinan.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Polemik KUHP, ASITA Sebut Tidak Ada Pembatalan Kunjungan ke Bali”



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode