Polda Kepri Gagalkan Pengiriman 22 Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia

Polisi menyelamatkan 22 orang calon PMI ilegal dari berbagai daerah di Indonesia
SHARE
Polda Kepri Gagalkan Pengiriman 22 Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia
SOLOPOS.COM - Petugas Ditpolairud Polair Polda Kepri menggiring dua tersangka kasus penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menuju ke ruang tahanan sementara, di Mako Ditpolairud Polda Kepri Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (20/1/2022). (Antara/Teguh Prihatna)

Solopos.com, KARIMUN — Polda Kepulauan Riau mengungkap rencana pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia secara ilegal melalui pulau-pulau penyangga di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Polisi menyelamatkan 22 orang calon PMI ilegal dari berbagai daerah di Indonesia di rumah penampungan di Pulau Juda, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun.

PromosiOrang Solo Suka Belanja Gadget di Tokopedia, Seller Untung 2 Kali Lipat

 

Penyidik Ditpolairud Polair Polda Kepri memberikan pengarahan kepada sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang berhasil diamankan saat akan diberangkatkan menuju Malaysia, usai rilis kasus penyelundupan PMI di Mako Ditpolairud Polda Kepri Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (20/1/2022). (Antara/Teguh Prihatna)

Baca Juga: KSAL Sayangkan BP2MI Tak Jujur Soal Prajurit di Kasus PMI Ilegal

Aparat kepolisian juga menahan dua orang tersangka berinisial I dan R yang mengirim PMI ilegal dalam kasus itu. Kedua tersangka dikenakan UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15.000.000.000. Sedangkan seluruh korban calon PMI ilegal diserahkan kepada BP2MI.

 

Kasubdit Gakkum Polair Polda Kepri AKBP Nanang (tengah depan) memberikan keterangan pers saat rilis kasus penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Mako Ditpolairud Polda Kepri Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, kamis (20/1/2022). (Antara/Teguh Prihatna)

 

Direktorat Polair Polda Kepri berhasil menggagalkan upaya penyeludupan 22 PMI dan mengamankan dua tersangka yang diduga merupakan sindikat penyalur PMI ilegal di wilayah Kepulauan Riau. (Antara/Teguh Prihatna)



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago