top ear
Polda Jateng Beberkan Alasan Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri Jalani Perawatan di Rumah
  • SOLOPOS.COM
    Kompol Aditia Mulya Ramdhani. (Solopos/Rudi Hartono)

Polda Jateng Beberkan Alasan Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri Jalani Perawatan di Rumah

Mantan Kasar Reskrim Polres Wonogiri, Kompol Aditia Mulya Ramdhani, yang mengalami luka parah akibat dikeroyok massa saat mengamankan konvoi perguruan silat di Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, 8 Mei lalu, telah kembali ke Tanah Air sejak Selasa (17/9/2019).
Diterbitkan Kamis, 19/09/2019 - 20:50 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra,
2 mnt baca -

Semarangpos.com, SEMARANG — Mantan Kasar Reskrim Polres Wonogiri, Kompol Aditia Mulya Ramdhani, yang mengalami luka parah akibat dikeroyok massa saat mengamankan konvoi perguruan silat di Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, 8 Mei lalu, telah kembali ke Tanah Air sejak Selasa (17/9/2019).

Kepala Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Pol. dr. I Gusti Gede Andika, menyatakan kondisi Aditia belum sepenuhnya pulih. Kendati demikian, pihak keluarga menolak Aditia dirawat di RS Bhayangkara Polda Jateng dan memilih untuk dilakukan perawatan di rumah di Kota Semarang.

"Kalau kondisinya sudah membaik. Memang belum 100%, tapi sudah sadar. Untuk sementara, kami lakukan rawat jalan di rumahnya atas permintaan keluarga," ujar Andika kepada Semarangpos.com, Kamis (19/9/2019).

Semenjak menjadi korban pengeroyokan massa perguruan silat di Wonogiri, Aditia sempat mengalami koma. Ia kemudian dirawat di RS Oen Solo Baru, Sukoharjo.

Namun, kondisi Aditia tak kunjung membaik. Pria yang digadang-gadang menjadi Kapolsek Semarang Tengah itu kemudian dirujuk di RS General Hospital Singapura.

Andika menyebutkan selama menjalani perawatan di Singapura kondisi Andika memang mengalami kemajuan. Ia sudah sadar dari koma, meskipun belum mampu merespons rasangan.

"Harapan keluarga jika dirawat di rumah kemungkinan responsnya akan berangsur membaik. Kalau kondisinya sendiri kami belum tahu pasti. Kami perlu meminta keterangan dari tim Dokkes, tapi setahu saya dia belum bisa berbicara," terang Andika.

Disinggung terkait biaya perawatan Aditia selama di Singapura, Andika mengaku tidak tahu. Meski demikian, selama menjalani perawatan di Semarang seluruh biaya ditanggung oleh negara.

"Kalau itu [biaya perawatan di Singapura] jumlahnya dan siapa yang menanggung saya enggak tahu. Tapi kalau di Indonesia jelas ditanggung negara, kan dia masih anggota Polri," tuturnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Triatmaja, juga enggan menanggapi besarnya biaya perawatan Aditia di Singapura. Saat ditanya siapa penanggung biaya perawatan Aditia di Singapura, Agus justru meminta Semarangpos.com bertanya ke Polres Wonogiri.

"Itu bisa ditanyakan ke Kapolres Wonogiri," jawab Agus singkat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Editor : Rahmat Wibisono ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkini