Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
 Pengendara sepeda motor melintasi Jl Slamet Riyadi, Solo, saat Solo Car Free Day (CFD) libur, Minggu (10/7/2022), karena bertepatan perayaan Iduladha 1443 H/2022.  (Solopos/Nicolous Irawan)
Espos Plus Soloraya

Poerwosariweg Kini Jl. Slamet Riyadi Belah Wilayah Mangkunegaran dan Kasunanan

Jalan Slamet Riyadi yang dahulu bernama Poerwosariweg membelah wilayah kekuasaan Kadipaten Mangkunegaran dan Kasunanan Keraton Surakarta.

Solopos.com, SOLO — Salah satu ruas jalan terpadat di Kota Solo, Jalan Slamet Riyadi yang dahulu bernama Poerwosariweg membelah wilayah kekuasaan Kadipaten Mangkunegaran dan Kasunanan Keraton Surakarta. Jalan itu memiliki sejarah panjang hingga menjadi seperti saat ini. Jalan tersebut dibangun di atas sebuah sungai yang sangat lurus, yaitu Sungai Bathangan. Sebelum bernama Poerwosariweg, jalan itu diberi nama Wilheminastraat.

Pembangunan Jalan Slamet Riyadi tak terlepas dari perkembangan Kota Solo pada abad ke-18 saat Kerajaan Mataram Islam pindah dari Kartasura ke Surakarta atau Sala. Setelahnya, desa kecil itu berubah menjadi Kota Raja karena menjadi pusat pemerintahan Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Berita Terpopular
Indeks Berita
Part of Solopos.com
ISSN BRIN
Punya akun? Silahkan login
Daftar sekarang...
Support - FaQ
Privacy Policy
Tentang Kami
Kontak Kami
Night Mode