[ X ] CLOSE

PNS SRAGEN : Formas Soroti Ratusan PNS Piknik saat Masa Kampanye

PNS SRAGEN : Formas Soroti Ratusan PNS Piknik saat Masa Kampanye
SOLOPOS.COM - PNS Sragen berhalal bihalal dengan Bupati Agus Fatchur Rahman beberapa waktu lalu. Disiplin PNS di Sragen terbukti masih lemah dengan ditemukannya sejumlah PNS yang tidak mengisi presensi hingga berpekan-pekan. (JIBI/SOLOPOS/Tri Rahayu)

PNS Sragen beriwisata pada Sabtu ini ke Jogja. Formas mengkritik piknik dilakukan di masa kampanye.

Solopos.com, SRAGEN — Ratusan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Sragen ramai-ramai piknik ke pantai dan pusat perbelanjaan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (29/8/2015).

Wisata pegawai selama sehari itu itu diikuti para anggota staf hingga kepala bagian. Mereka merogoh kocek pribadi senilai Rp200.000/orang untuk bertamasya ke Kota Gudeg.

Kabag Humas dan Protokol Setda Sragen, Tugino, saat dihubungi solopos.com, Sabtu pagi, mengaku ada lima bus yang digunakan untuk mengantar ratusan PNS itu.

“Iya ini ke Jogja. Ada lima bus. Yang ikut kabag, kasubag, dan staf. Ini kegiatan tidak rutin hanya spontanitas dan kebetulan teman-teman da gelem [berkenan]. Dananya dari uang pribadi yang dikumpulkan per bagian. Jadi setiap bagian ada koordinatornya. Ya, rata-rata Rp200.000/orang,” kata Tugino.

Mereka bertamasya tanpa mengajak istri dan anak. Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto dan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman tidak ikut dalam acara itu.

“Ini piknik khusus bagi PNS di lingkungan Setda. Sekda dan Bupati tidak ikut,” katanya.

Sementara Ketua Forum Masyarakat Sragen (Formas), Andang Basuki, mencurigai adanya kepentingan politik dalam kegiatan piknik itu.

“Curiga kan boleh. Selama kegiatannya bersifat pribadi dan tidak menggunakan APBD ya tidak masalah. Tetapi saya kok sangsi. Masalahnya piknik itu tidak mengajak istri/suami dan anak dan bersifat
spontanitas. Di sisi lain kegiatan itu teroganisasi dan termobilisasi. Kalau sampai menggunakan APBD ya keterlaluan,” kata dia.

Dia berharap APBD tidak untuk kegiatan seperti itu tetapi lebih memprioritaskan pada pelayanan masyarakat.

“Pengkondisian PNS menjelang pilkada [pemilihan kepala daerah] sangat memungkinkan. Apalagi sekarang sudah masuk masa kampanye pilkada,” kata dia.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago