PLTA Kali Samin, Cikal Bakal Listrik Solo & Wisata Tawangmangu

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kali Samin di Tawangmangu menjadi tonggak sejarah kemandirian sumber daya listrik di Kota Solo.
SHARE
PLTA Kali Samin, Cikal Bakal Listrik Solo & Wisata Tawangmangu
SOLOPOS.COM - Aliran Kali Samin di Matesih, Karanganyar, yang sempat menjadi lokasi PLTA di Tawangmangu zaman Praja Mangkunegaran. (Youtube)

Solopos.com, KARANGANYAR — Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kali Samin di Tawangmangu menjadi tonggak sejarah kemandirian sumber daya listrik di Kota Solo. Keberadaan PLTA ini pun lambat laun mendorong geliat sektor wisata di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

PLTA yang diresmikan Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara pada 7 November 1932 itu berhasil memasok listrik yang menyulap kawasan di sekitarnya menjadi terang-benderang. PLTA ini dibangun atas inisiasi KGPAA Mangkunegara VII untuk menambah pasokan perusahaan listrik swasta yang dikelola Praja Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan Solo.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Dikutip dari situs Puromangkunegaran.com, Jumat (28/1/2022), pada 12 Maret 1901, KGPAA Mangkunegara VI (1896-1911) dan Sunan Pakubuwana X (1893-1939) menggagas perusahaan listrik swasta di Solo yang diberi nama Solosche Electriciteits Maatschappij (SEM). Gagasan tersebut kemudian diteruskan oleh KGPAA Mangkunegara VII (1916-1944).

Baca juga: Perusahaan Listrik Pertama Indonesia Ada di Solo?

Kehadiran perusahaan listrik SEM membawa wajah Kota Solo menjadi gemerlap di malam hari dengan berbagai aktivitas warga. SEM bukan hanya memasok listrik, tetapi juga mengadakan dan memasang instalasi listrik di Kota Solo.

Akan tetapi selama 1902-1931, SEM belum mampu memenuhi kebutuhan listrik di Solo dan sekitarnya. KGPAA Mangkunegara VII kemudian mendapat ide untuk mendirikan pembangkit listrik dengan biaya terjangkau bagi seluruh rakyat di Praja Mangkunegaran.

Selanjutnya pada 1932 pihak Mangkunegaran dan SEM melakukan studi ke Tawangmangu untuk melihat tempat yang cocok membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Sampai akhirnya diputuskan Kali Samin di Tawangmangu dijadikan lokasi PLTA.

Baca juga: Berdiri Sejak 1963, Ini Sejarah Panjang Tempat Wisata Tawangmangu Wonder Park

Kali Samin

Hulu Kali Samin ini berlokasi di Dusun Tarukan, Kelurahan Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. Salah satu sumber airnya adalah Grojogan Sewu.

Kali Samin ini membelah wilayah Kecamatan Matesih. Hampir semua desa di Matesih dilalui aliran Kali Samin. Satu-satunya desa yang tidak dilalui aliran sungai ini adalah Desa Pablengan.

Sampai saat ini, air yang mengalir di Kali Samin masih cukup jernih. Tanah yang dilalui sungai ini merupakan jenis tanah hitam yang cenderung berpasir.

Baca juga: Top! Tawangmangu Jadi Destinasi Wisata Kesehatan, Ini Alasannya

Debit airnya cukup tinggi dan arusnya deras. Sehingga saat musim hujan tiba, apabila terjadi hujan deras di hulu, maka arus sungai ini sangat deras dan berbahaya.

Dalam catatan Solopos.com sudah banyak korban dari derasnya arus Kali Samin. Kebanyakan dari mereka yang hanyut terseret arus sungai ini meregang nyawa.

Aliran yang deras itu membuat sungai ini dijadikan PLTA pada zaman Praja Mangkunegaran. Pasokan listrik dari PLTA di Tawangmangu tersebut menambah pasokan listrik yang mampu menerangi wilayah Solo dan sekitarnya zaman dulu.

Baca juga: 5 Kuliner yang Wajib Dicoba Saat ke Pasar Tawangmangu Karanganyar

PLTA Kali Samin yang berhasil beroperasi selama tiga tahun sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini pula menambah kepercayaan rakyat kepada Kadipaten Mangkunegaran yang sebelumnya sukses memanfaatkan sumber air di Tawangmangu sebagai air minum.

Selain itu, keberadaan PLTA di Kali Samin itu juga mendorong lahirnya industri pariwisata di Tawangmangu. Sejak saat itu muncul sejumlah hotel yang ditunjang listrik.

Dihimpun dari buku Jejak Listrik di Tanah Raja, sayangnya, Belanda lantas berbalik haluan. Listrik yang merupakan sumber energi strategis hanya boleh dikuasai oleh pemerintah kolonial dan pihak swasta yang mendukung mereka. Alhasil, penguasaan listrik di Tawangmangu oleh Kadipaten Mangkunegaran dianggap menyimpang dan akhirnya dilarang.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago