Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

PLN Siap Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi, Ini Strateginya

Siap jadi penggerak pertumbuhan ekonomi, PLN telah melakukan sejumlah upaya transformasi dan efisiensi.
SHARE
PLN Siap Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi, Ini Strateginya
SOLOPOS.COM - PLN telah melakukan inovasi di berbagai proses bisnis. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO-Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan PLN siap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan melakukan upaya ekstra dalam pemulihan ekonomi. Hal ini sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir beserta jajarannya.

Saat ini, PLN telah melakukan inovasi di berbagai proses bisnis dalam upaya peningkatan demand listrik sekaligus menyokong perekonomian masyarakat. Darmawan menjelaskan visi PLN dalam transformasi besar ini yakni tidak hanya menyediakan listrik untuk masyarakat tetapi juga menjaga lingkungan demi generasi masa depan.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Untuk itulah, PLN berkomitmen menyukseskan carbon neutral pada 2060 yang dicanangkan oleh pemerintah dengan mendorong penggunaan energi bersih di masyarakat. “Kita memfasilitasi masyarakat beralih dari kendaraan berbasis BBM yang mahal, impor, dan tidak ramah lingkungan ke kendaraan listrik. Dengan ini kita bisa mengurangi emisi gas rumah kaca lebih dari 50 persen,” ujar Darmawan dalam keterangan pers yang diterima Solopos.com pada Jumat (19/8/2022).

Baca Juga: Cara Cek Pemakaian Listrik, Bisa Gunakan Aplikasi dari PLN

Salah satu wujud dari komitmen sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, PLN juga mengembangkan program electrifying agriculture. Petani yang tadinya memakai BBM beralih ke listrik sehingga mengurangi biaya operasional mereka sampai 70 persen.

“Ini memberi perubahan luar biasa di sektor pertanian. Strategi ini diharapkan bisa mempercepat transisi energi sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi,” ujar Darmawan.

PLN juga melakukan transformasi dan efisiensi. Upaya ini berhasil membuat keuangan PLN sehat. Upaya transformasi PLN mampu menaikan demand pada 2021 kemarin sebesar 5,78 persen.

Baca Juga: PLN Bagikan 1.000 Bendera di Jateng-DIY untuk Semarakkan HUT ke-77 RI

Pada semester pertama tahun ini PLN mampu mengantongi laba bersih Rp 17,4 triliun. Capaian itu melesat 162,4 persen dari periode yang sama tahun lalu yaitu Rp6,6 triliun.

PLN penggerak pertumbuhan ekonomi
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. (Istimewa)

Darmawan berkomitmen akan terus menjadikan PLN sebagai BUMN yang sehat dan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. Ia menambahkan, PLN terus melakukan transformasi untuk menjawab kebutuhan pelanggan sehingga ketika pelanggan mudah dalam mengakses kelistrikan dan mendapatkan nilai tambah dari penggunaan listrik mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Langkah transformasi yang dilakukan PLN ini merupakan impelementasi kontribusi badan usaha milik negara (BUMN) dalam pemulihan ekonomi khususnya saat pandemi Covid-19. Kontribusi BUMN ini hasil dari efisiensi dan transformasi yang dilakukan Kementerian BUMN dan BUMN itu sendiri dalam mengadaptasi tantangan global.

Baca Juga: Dukung Konser Dream Theater di Solo, PLN Berikan Layanan Istimewa

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan wujud kontribusi BUMN misalnya mampu mengurangi angka kemiskinan dengan berkurangnya angka masyarakat kelas bawah. “Kelas menengah telah mencapai 232 juta. Artinya kelas bawah semakin mengecil,” ujar Arya dalam Webinar BUMN Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional pada Rabu (17/8/2022).

Arya juga menjelaskan, BUMN pada tahun buku 2021 mampu meningkatkan pendapatan dari Rp1.130 triliun ke Rp1.982 triliun. Kenaikan pendapatan ini mengerek pertumbuhan laba total yang mampu dikantongi BUMN sehingga bisa memberikan kontribusi lebih untuk negara.

“Di sisi lain laba kita, naik 40 persen. Makanya ini wujud contoh berhasilnya kita melakukan efisiensi dan transformasi. Laba bersih dari 10 perusahaan terbesar di Indonesia yang tujuh itu BUMN,” ujar Arya.

Baca Juga: Beralih ke Kompor Induksi, Warga Kota Solo Hemat hingga 40%

Arya juga menerangkan, dari pertumbuhan laba 10 perusahaan besar di Indonesia, 7 perusahaan berasal dari BUMN dan salah satu yang terbesar ialah PLN. “Hal itu menunjukkan bukti BUMN berada di track yang benar. Belum lagi dari sisi pajak, dari 10 emiten terbesar ada 3 emiten BUMN,”  beber Arya.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode