Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

PKU MUHAMMADIYAH SOLO Naik Kelas Tipe B

SHARE
PKU MUHAMMADIYAH SOLO Naik Kelas Tipe B
SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SOLO — Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo saat ini telah ditetapkan sebagai rumah sakit tipe B berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI tertanggal 18 Juni 2013 dengan SK No HK.02.03/I/1098/2013.

Kenaikan tipe B berdampak positif terhadap segala pelayanan kesehatan dari rumah sakit.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Direktur RS PKU Muhammadiyah Solo, dr. Mardiatmo, mengatakan ada beberapa hal dalam persiapan dari kelas C menuju kelas B. Persiapan itu meliputi, kelengkapan peralatan medic sesuai standar RS tipe B seperti ruang bedah UGD, SCCD, layanan diagnostik terpadu, tread mill, ventilator dewasa dan bayi, EEG, MSCT, USG 4 Dimensi, cephalometric panoramic, traction SWD dan sebagainya.

“Dengan kenaikan tipe kelas ini menjadikan tanggungjawab rumah sakit semakin besar,” jelas Mardiatmo, saat ditemui Solopos.com, akhir pekan kemarin.

Ia menerangkan pihaknya telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) khususnya dokter spesialis sesuai standar RS tipe B. Saat ini pihak RS telah memiliki 19 dokter spesialis tetap dan 52 dokter spesialis part-timer untuk semua disiplin. Persiapan lain yang tak kalah penting yakni sarana dan prasarana penunjang sesuai standar rumah sakit tipe B. “Kita telah persiapkan ruang bedah di IGD, CSSD, layanan Diagnostic terpadu, dan sebagainya.”

Sebagai komitmen memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat, kapasitas tempat tidur untuk pasien kelas tiga yang saat ini baru 48 unit, akan ditambah dengan 106 tempat tidur dengan membangun ruang baru. Selain itu, RS PKU Muhammadiyah juga sudah memiliki layanan khusus. Antara lain, katering sehat bagi pasien yang memiliki penyakit tertentu seperti Diabetes Melitus yang langsung diantarkan ke rumah pasien.

“Ke depan, kami berikan pelayanan yang lebih baik kepada, baik secara kualitas maupun kuantitas. Harapannya masyarakat mendapatkan pelayanan lebih. Artinya masyarakat tidak perlu mendapatkan pelayanan lain di luar Kota Solo,” jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah ini.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode