PKL Malioboro Tolak Relokasi, Pemprov DIY: Untuk Kebaikan Pedagang

PKL Malioboro mengaku belum ada sosialisasi terkait rencana relokasi mereka. Sementara Pemprov DIY menuebut relokasi tersebut untuk memberikan kepastian kepada para PKL.
PKL Malioboro Tolak Relokasi, Pemprov DIY: Untuk Kebaikan Pedagang
SOLOPOS.COM - Pengunjung memadati area pedestrian Malioboro, Sabtu (2/10/2021). (Harian Jogja/Sirojul Khafid)

Solopos.com, JOGJA — Pedagang kaki lima (PKL) Malioboro, Jogja, mengaku syok dengan munculnya kabar rencana Pemprov DIY merelokasi mereka ke eks gedung bioskop Indra pada awal tahun depan. Informasi ini datang mendadak.

Wakil Ketua Paguyuban PKL Malioboro Handayani, Sukino,50, mengatakan mendengar kabar relokasi pada Kamis (25/11/2021) melalui sambungan telepon. Karena mendadak, pihaknya keberatan dengan rencana relokasi tersebut lantaran belum ada sosialisasi.

“Waktu itu saya diundang hanya lewat telepon, Kamis kemarin. Mungkin menurut pemerintah itu sosialisasi. Kan, itu mendadak sekali,” kata Sukino, Senin (29/11/2021).

Lebih lanjut Sukino mengaku datang dalam acara sosialisasi tersebut. Di sana, dirinya mendapat pemberitahuan bahwa ia dan pedagang lainnya di sisi barat dan timur akan direlokasi. Sebagian pedagang akan dipindahkan ke selter di dekat Hotel Grand Ina. Sebagian lainnya langsung menempati lokasi baru di eks gedung bioskop Indra.

Baca Juga: Diundang Pemkot Jogja Terkait Relokasi, PKL Malioboro Merasa Dijebak

“Untuk PKL kuliner di eks bioskop Indra. Tapi nanti jika eks bioskop Indra sudah siap, yang ada di seter dekat Hotel Grand Ina akan digabung di eks bioskop Indra,” jelasnya.

Sukino telah berjualan sejak 1995 ini menilai kebijakan relokasi PKL justru akan membuat Malioboro sepi. Sebab, selama ini Malioboro ramai karena keberadaan PKL.

Selain itu, ia bersama 59 pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Handayani khawatir di lokasi baru akan kesulitan dalam mencari pelanggan. Ditambah lagi saat ini pedagang baru saja akan bangkit karena terdampak Covid-19. Padahal, seharusnya pemerintah memberdayakan keberadaan pedagang.

“Lokasi di eks bioskop Indra itu kan lokasinya agak masuk. Aksesnya juga kurang. Kemarin ada satu dua pedagang cek, katanya tempatnya sepi,” paparnya.

Baca Juga: Akhir Pekan, Malioboro Dipadati Pengunjung, Banyak yang Abaikan Prokes

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengungkapkan, tujuan relokasi adalah untuk penataan sumbu filosofis. Selain itu, relokasi juga untuk memberikan kepastian kepada pedagang. “Jika diberikan tempat permanen kan menjamin keberdayaannya,” katanya.

Aji menambahkan, relokasi ini merupakan program yang disiapkan Pemprov DIY dan Pemkot Jogja. Eks bioskop Indra akan digunakan untuk relokasi PKL di sisi selatan. “Ssmentara yang lainnya disiapkan di eks kantor Dinas Pariwisata. Ini disiapkan Pemprov DIY dan Pemkot Jogja,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Aji mengimbau kepada pedagang untuk mengikuti program relokasi. Karena, program tersebut untuk kebaikan pedagang. “Tujuannya kan untuk memberikan kepastian untuk berusaha,” tandas Aji.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago