Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

PKL Boleh Gelar Lapak Lagi, Ekonomi di Solo Baru Sukoharjo Mulai Menggeliat

Roda perekonomian di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, mulai menggeliat seiring pelonggaran aktivitas usaha saat penerapan PPKM Level 4.
SHARE
PKL Boleh Gelar Lapak Lagi, Ekonomi di Solo Baru Sukoharjo Mulai Menggeliat
SOLOPOS.COM - Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan, S.I.K didampingi perwakilan PSHT dan Pagar Nusa membagikan paket sembako kepada PKL di kawasan Solo Baru, Sabtu (8/8/2021) sore. (Humas Polres Sukoharjo)

Solopos.com, SUKOHARJO – Roda perekonomian di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, mulai menggeliat seiring pelonggaran aktivitas usaha dan kegiatan masyarakat saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Sebagian pedagang kaki lima (PKL) di Solo Baru mulai menggelar lapak dagangan di trotoar jalan pada malam hari.

Pemkab Sukoharjo memberi kelonggaran aktivitas usaha kuliner malam hari menyusul menurunnya kasus Covid-19 dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit. Layanan makan di tempat atau dine in untuk warung makan, PKL, lapak jajanan, dan sejenisnya diperbolehkan namun tetap dibatasi maksimal tiga orang dan paling lama 30 menit.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Baca Juga: Awas! Ada Pemadaman PJU, 8 Ruas Jalan Di Sukoharjo Ini Gelap Gulita

Hal ini menjadi angin segar para pedagang untuk kembali menjajakan makanan dan minuman pada malam hari. “Saya sudah beberapa hari kembali berjualan di trotoar jalan di kawasan Solo Baru. Protokol kesehatan ditekankan kepada para pengunjung yang makan di tempat,” kata seorang pedagang nasi liwet di kawasan Solo Baru, Sri, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (19/8/2021).

Menurut Sri, belum semua pedagang berjualan lantaran lampu penerangan jalan masih padam. Pemerintah juga masih membatasi waktu operasional warung makan dan PKL hingga pukul 20.00 WIB. Sehingga, jumlah pengunjung belum kembali normal. Para pengunjung tak nyaman makan di tempat lantaran kondisi jalan gelap gulita.

Para pedagang kembali berjualan demi menyambung hidup dan menjaga kelangsungan hidup keluarga di rumah. “Jika tak berjualan otomatis tak mendapat penghasilan. Penghasilan sedikit tidak masalah daripada sama sekali tidak ada,” ujar dia.

Sri menceritakan tak berjualan lebih dari sebulan sejak penerapan PPKM Darurat pada awal Juli. Pengetatan pembatasan aktivitas usaha membuat babak belur para PKL yang berjualan pada malam hari. Mereka akhirnya tak menggelar lapak sembari menunggu pemerintah melonggarkan aktivitas usaha dan kegiatan masyarakat.

Ketua Paguyuban PKL Setia Kawan Solo Baru, Sudarsi, menyatakan mayoritas PKL di kawasan Solo Baru berjualan pada malam hari. Jumlah PKL di kawasan Solo Baru lebih dari 100 orang. Mereka tersebar di sejumlah lokasi mulai dari Tanjunganom hingga sekitar Bundaran Patung Kuda.

Baca Juga: Peringatan HUT ke-76 RI Lebih Banyak Virtual, PLN Sigap Jaga Pasokan Listrik

Beberapa pedagang lain menggelar lapak di trotoar jalan mulai dari Bundaran Pandawa hingga simpang tiga Jembatan Bacem. Sudarsi tak memungkiri geliat ekonomi di kawasan Solo Baru mulai menguat menyusul berbagai kebijakan pelonggaran saat penerapan PPKM Level 4.

“Saya berharap kasus Covid-19 terus turun sehingga tak ada lagi penyekatan ruas jalan dan lampu penerangan jalan kembali dinyalakan. Kami dihimpit ekonomi selama berbulan-bulan sejak kasus Covid-19 melonjak taham pada Juni,” kata dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode