top ear
Cucu Pakubuwono XII, BRA Putri Woelan Sari Dewi (tengah), berfoto bersama pengurus DPD PKS Solo saat berkunjung ke sekretariat partai itu, Rabu (23/7/2020). (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Cucu Pakubuwono XII, BRA Putri Woelan Sari Dewi (tengah), berfoto bersama pengurus DPD PKS Solo saat berkunjung ke sekretariat partai itu, Rabu (23/7/2020). (Istimewa)

Pilkada Solo 2020: Dicuekin Parpol Lain, PKS Tolak Kibarkan Bendera Putih

Peluang PKS membentuk koalisi sebagai lawan PDIP di Pilkada Solo 2020 kian mengecil setelah Partai Gerindra memberikan rekomendasi untuk Gibran-Teguh.
Diterbitkan Selasa, 4/08/2020 - 20:31 WIB
oleh Solopos.com/Kurniawan
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Turunnya rekomendasi DPP Partai Gerindra untuk pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa, Senin (3/8/2020) lalu, membuat peluang PKS membentuk koalisi parpol sebagai lawan PDIP di Pilkada Solo 2020 kian mengecil.

Partai Golkar, PAN, dan PSI, sebagai pemilik kursi di DPRD Solo, memang belum mengeluarkan surat rekomendasi resmi untuk pasangan cawali-cawawali yang akan mereka dukung.

Namun, tiga dari parpol itu yakni PAN, Partai Golkar, dan PSI sudah secara lisan menyatakan mendukung pasangan Gibran-Teguh. DPP ketiga parpol itu bisa saja segera mengeluarkan surat rekomendasi kepada Gibran-Teguh dan meninggalkan PKS sendirian di Pilkada Solo 2020.

Rapatkan Barisan, Tikus Pithi Indonesia Siap Ngedan Menangkan Paslon Bajo di Pilkada Solo

Apalagi Gibran telah menyatakan dalam waktu dekat ada parpol lain yang juga akan mengeluarkan surat rekomendasi kepada pasangan Gibran-Teguh.

PKS masih sendirian dalam upaya membangun koalisi gabungan parpol sebagai lawan dari PDIP. Kendati begitu, PKS memastikan tidak akan menyerah.

Ketua Bappilu DPD PKS Solo, Sugeng Riyanto, saat diwawancarai Solopos.com, Selasa (4/8/2020), menyatakan partainya menolak menyerah dengan dinamika terkini.

Giliran Pasar Sunggingan Boyolali Tutup Sementara Karena Ada Pedagang Positif Covid-19

Menurut dia, dunia politik sangat dinamis alias bisa berubah dengan cepat sehingga masih ada asa bagi PKS untuk menggalang koalisi mengusung pasangan calon di Pilkada Solo 2020.

Menjalin Komunikasi

“Belum [belum menyerah]. Masih ada peluang lah, meskipun semakin menyempit. Tapi bukan berarti hilang sama sekali. Akan terus kami coba gandeng teman-teman parpol,” ujar dia.

Kocak Penuh Makna, Begini Potret Kekecewaan Dan Kritik Warga Solo Terhadap Pilkada Dalam Ilustrasi Visual

Ketua Bappilu DPD PKS Solo itu mengakui menjalin komunikasi dan komitmen politik untuk berkoalisi dengan PAN, Partai Golkar, dan PSI di Pilkada 2020 sudah sangat sulit saat ini. Kebijakan politik terkait Pilkada Solo di partai-partai tersebut sudah diambil alih sepenuhnya oleh DPP masing-masing.

Kendati hanya kontestasi pemilihan kepala daerah, tapi dia mengakui Pilkada Solo bercita rasa pemilu tingkat nasional. “Domain kebijakan partai saat ini sudah diambil DPP masing-masing. Yang main pusat sekarang. Ya wajar lah, calonnya anak Presiden,” kata dia.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini