SOLOPOS.COM - Suasana proses rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Salatiga 2017 di Kecamatan Sidorejo, Salatiga, Kamis (16/2/2017). (JIBI/Samarangpos.com/Istimewa-Panwascam Sidorejo)

Pilkada Salatiga diwarnai protes yang diajukan kubu pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut satu, Agus Rudianto-Dance Ishak Palit (Rudal).

Semarangpos.com, SALATIGA – Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Nomor 1 Pilkada Salatiga, Agus Rudianto-Dance Ishak Palit (Rudal) mengajukan protes ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Salatiga. Mereka mengajukan gugatan karena keberatan dengan hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan yang digelar Kamis (16/2/2017).

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

”Mereka mengajukan keberatan tadi pagi [Jumat, 17 Februari 2017]. Intinya mereka keberatan dengan hasil rekapitulasi yang dilakukan PPK [panitia pemilihan kecamatan] dan minta penghitungan diulang,” jelas Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng), Abhan Misbah, saat dihubungi Semarangpos.com, Jumat sore.

Ekspedisi Mudik 2024

Abhan menyebutkan alasan kubu Rudal menolak hasil rekapitulasi penghitungan suara di setiap kecamatan itu. Alasannya tak lain karena tim Pemenang Rudal menilai adanya perbedaan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan jumlah pemilih laki-laki dan perempuan. ”Kami akan mendengarkan klarifikasi pelapor [tim Pemenang Rudal] pada pekan depan. Setelah itu baru jelas mana yang mereka persoalkan,” beber Abhan.

Abhan menambahkan atas keberatan hasil rekapitulasi penghitungan suara itu, hampir semua saksi Paslon Rudal yang hadir dalam rekapitulasi penghitungan suara di empat kecamatan yang ada di Salatiga enggan menandatangani berita acara. Dalam penghitungan suara di tingkat kecamatan itu, Rudal kalah dari pasangan nomor 2, Yuliyanto-Muh Haris (Yaris), dengan selisih 992 suara. Rudal meraih 52.060 suara, sementara Yaris memperoleh 53.052 suara.

Sementara itu, disinggung penyelenggaraan Pilkada serentak di Jateng 2017, Abhan mengklaim berjalan lancar tanpa kendala berarti. Selama pelaksanaan Pilkada Jateng, Kota Salatiga menempati urutan terbawah dalam jumlah laporan adanya dugaan pelanggaran kampanye. ”Selama kampanye kemarin, Panwaslu Salatiga hanya menerima tiga laporan dugaan pelanggaran. Laporan di Salatiga itu paling sedikit dibanding enam daerah lain yang menggelar Pilkada serentak 2017, yakni Pati, Cilacap, Brebes, Banjarnegara, Jepara, dan Batang. Sementara, jumlah [laporan pelanggaran pemilu] terbanyak ada di Pati,” beber Abhan.

Selain minim laporan pelanggaran pemilu, Salatiga juga menjadi daerah yang paling bersih dalam dugaan money politics. Selama Pilkada 2017 ini, pihaknya tidak mendapatkan laporan adanya money politics di Salatiga. ”Kasus money politics paling banyak ada di Pati dengan 13 kasus, kemudian Brebes dengan tujuh kasus. Sementara di Salatiga tidak ada dan di Banjarnegara hanya satu,” imbuh Abhan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya