PIALA KONFEDERASI 2017 : Rusia Pamer Kekuatan Muda

PIALA KONFEDERASI 2017 : Rusia Pamer Kekuatan Muda
SOLOPOS.COM - Timnas Rusia (JIBI/REUTERS/Maxim Shemetov)

Piala Konfederasi 2017 digelar di Rusia.

Solopos.com, SAINT PETERSBURG — Piala Konfederasi 2017 sepertinya bakal menjadi ajang pamer kekuatan skuat muda. Selain Jerman yang sudah siap membawa tim mudanya, tuan rumah Rusia juga mengusung generasi baru. Skuat yang bakal diusung tim berjuluk Sbornaya tersebut banyak mengalami perubahan dibandingkan ketika turunkan pada Euro 2016 di Prancis tahun lalu.

Duo pemain veteran Rusia, Sergei Ignashevich dan Vasily Berezutsky, memutuskan gantung sepatu dari panggung internasional. Roman Shirokov kemudian menyusul pensiun. Sedangkan striker Artem Dzyuba bakal absen karena cedera lutut. Praktis, nama-nama pemain yang masuk skuat Rusia di Piala Konfederasi tahun ini cukup asing di telinga.

Pelatih Rusia, Stanislav Cherchesov, sangat beruntung karena meski ditinggalkan sejumlah pilar, dia bisa menemukan talenta-talenta muda yang terus bermunculan di Negeri Beruang Merah. Mereka antara lain gelandang berusia 21 tahun, Aleksandr Golovin dan Alexei Miranchuk, serta bek berusia 23 tahun, Georgi Dzhikiya.

Para pemain muda tersebut memang masih minim jam terbang. Golovin misalnya, baru mengantongi 12 cap bersama Timnas Rusia. Sementara Miranchuk dan Dzhikiya masing-masing mengoleksi sembilan dan satu cap. Meski demikian, tidak ada alasan bagi Cherchesov untuk tidak percaya dengan kemampuan tim mudahnya.

Golovin yang mengoleksi dua gol bersama Sbornaya memiliki kemampuan passing, kreativitas, dan stamina untuk melakukan sprint di atas rata-rata. Sejak dipanggil pelatih lama Rusia, Fabio Capello, melawan Belgia pada uji coba pada 2015, performanya memang tidak langsung kelihatan. Namun, talentanya mulai diperhitungkan sejak dimainkan dua laga oleh pelatih Leonid Slutsky pada Euro 2016 silam.

“Tidak perlu dipertanyakan, Golovin merupakan pemain muda bersinar Rusia,” jelas Slutsky, seperti dilansir Fifa.com.

Miranchuk juga disebut-sebut sedang meroket. Gelandang muda ini menyokong empat gol dan tujuh assist untuk klubnya, Lokomotiv Moskow, pada paru kedua musim lalu. Salah satu golnya disumbangkan untuk Moskow pada final Piala Rusia.

Dzhikiya yang baru sekali tampil dengan Timnas Rusia juga tak bisa dianggap remeh. Sebagai bek,  Dzhikiya memiliki kemampuan duel udara dan bagus dalam penempatan. Dia bisa nyaman dengan formasi tiga bek yang mulai kembali naik daun di pentas sepak bola Eropa.

“Dzhikiya jika tidak masuk skuat itu karena kecelakaan. Dia akan selalu dalam daftarku sejak hari pertama,” jelas Cherchesov.

Meski berstatus sebagai tuan rumah, Rusia jelas tidak difavoritkan dibandingkan tim-tim seperti juara bertahan Piala Dunia, Jerman; juara Eropa, Portugal, atau juara Amerika Latin, Chile. Meski demikian, mereka memiliki semangat berlipat ganda karena akan bermain di hadapan pendukung sendiri.

Piala Konfederasi sekaligus bisa dimanfaatkan mereka untuk pemanasan ke Piala Dunia 2018 tahun depan yang juga digelar di Rusia. Piala Konfederasi biasa disebut sebagai Piala Dunia Mini karena mempertemukan para juara dari masing-masing benua atau konfederasi.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago