PG Mojo Sragen Targetkan Produksi 18.711 Ton Gula Kristal
Solopos.com|soloraya

PG Mojo Sragen Targetkan Produksi 18.711 Ton Gula Kristal

Penggilingan tebu yang dimulai setelah Lebaran 2021 itu dilakukan selama 98 hari dengan potensi tebu sebanyak 275.525 ton.

Solopos.com, SRAGEN — Manajemen Pabrik Gula (PG) Mojo, Sragen, menargetkan produksi gula 18.711 ton pada musim giling 2021 ini. Penggilingan tebu yang dimulai setelah Lebaran 2021 itu dilakukan selama 98 hari dengan potensi tebu sebanyak 275.525 ton yang berada pada lahan seluas 4.479 hektare di wilayah Kabupaten Sragen.

Penjelasan itu disampaikan Manager PG Mojo, Sragen, Titin Nusantari, saat berbincang dengan Espos di pabrik gula tersebut, Jumat (16/4/2021). Titin menjelaskan target produksi gula tersebut didasarkan pada target rendemen gula pada tebu sebanyak 6,7%. Dia mengatakan dengan adanya revitalisasi pabrik, rendemen gula naik dari 6,38% pada 2020 menjadi 6,7% pada tahun ini.

“Harapan kami rendemen itu bisa lebih mendekati angka 7%. Kami melihat peluang itu mengingat musim masih mendukung dan prosedur tetapnya juga baik sehingga optimistis target rendemen itu bisa terlampaui,” ujarnya.

Baca juga: Masjid Butuh Sragen, Saksi Dakwah Islam Ki Ageng Butuh

Titin menjelaskan revitalisasi PG Mojo yang dimulai 2018 lalu sampai 2021 masih jalan. Dia mengatakan uji coba sampai kapasitas 4.000 TCD atau commissioning pada 2020 belum berhasil karena terkendala pada mesin boiler. Titin berharap commissioning yang dilakukan 2021 ini bisa berhasil karena petani sendiri menginginkan rendemen bisa mencapai 7%.

“Sebenarnya revitalisasi PG Mojo itu sudah selesai 97,75%. Yang belum selesai itu tinggal commissioning saja, yakni 2,25%. Uji coba itu menjadi hasil dari revitalisasi ini karena menunjukkan performance PG. Kalau untuk fisiknya sudah selesai dengan anggaran total mencapai Rp225 miliar,” ujarnya.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Kota Sragen: Lahan PG Mojo Masuk Radar Pemkab Untuk Lokasi Pasar Darurat

Lahan Tebu

Untuk mencapai target itu pula, Titin menggandeng petani tebu untuk berkolaborasi dan kemitraan. Kerjasama kemitraan itu dilakukan dengan pertandingan badminton persahabatan. Dia menerangkan proses giling dimulai Mei setelah Lebaran 2021 dalam jangka waktu 98 hari. “Untuk penetapan hari atau tanggalnya masih tentatif,” jelasnya.

Kepala Desa Japoh, Jenar, Sragen, Wiji Haryanti, mengatakan lahan tebu di wilayah Japoh itu luasnya mencapai 200-an hektare. Dia menyebut setiap hektare tebu itu bisa menghasilkan 10 truk tebu dengan kapasitas 8 ton per truk.

“Artinya, produksi tebu setiap hektare itu mencapai 80 ton. Kalau kami menjual bukan dalam bentuk gula tetapi masih gelondongan tebu. Untuk gilingnya tidak semua ke PG Mojo tetapi ada yang ke Madiun juga. Hal itu tergantung petani,” jelas Wiji.

 

 




Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago