[ X ] CLOSE

Peternak Ayam Boyolali Keluhkan Permintaan Pasar Menyusut Gegara PPKM

Dengan adanya PPKM, penyerapan pasar terhadap hasil panen peternakan ayam Boyolali lebih rendah sehingga masa panen pun sampai mundur dua pekan.
Peternak Ayam Boyolali Keluhkan Permintaan Pasar Menyusut Gegara PPKM
SOLOPOS.COM - Peternak ayam di Pusporenggo, Musuk, Boyolali, menata kandangnya yang masih kosong, Kamis (22/7/2021). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI — Pandemi Covid-19 telah berdampak pada hampir semua sektor usaha termasuk peternakan ayam di Boyolali. Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan potensi penularan Covid-19, tingkat keterserapan produk peternakan juga menyusut.

Salah satu peternak ayam di Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Raditya Herlambang, mengatakan penerapan PPKM yang dilalukan beberapa waktu terakhir, secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada usaha peternakan yang ditekuninya.

“Adanya PPKM, penyerapan pasar lebih rendah. Masa panen pun sampai mundur dua pekan. Baru kali ini terjadi,” kata dia, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Gerakan Boyolali di Rumah Saja Diperpanjang, Sosialisasi ke Pedagang Pasar Dilakukan

Menurutnya, pada awal-awal diberlakukannya PPKM, kegiatan dan mobilitas masyarakat dibatasi. Bahkan ada hari-hari tertentu operasional pasar ditutup.

Belum lagi tren orang menggelar hajatan yang juga meredup. Hal itu yang kemungkinan berpengaruh pada serapan produk peternakan menyusut.

“Jadi peternak juga terkena dampak. Otomatis pengeluaran operasional bertambah. Sebab ayam yang harusnya usia 35 hari bisa panen dan biasanya habis dalam waktu dua sampai tiga hari, kemarin tidak bisa [langsung habis] karena permintaan pasar menyusut. Waktu panen menjadi lama, dua pekan baru habis. Akhirnya harus mengeluarkan biaya lagi untuk merawat ayam yang belum bisa terserap pasar,” lanjut dia.

Baca juga: Serbuan Vaksin Covid-19 Oleh TNI dan Polri Sasar 1.000 Santri di Boyolali

Pengeluaran tersebut mencakup listrik di kandang, pakan dan sebagainya. Dia menyebut pendapatan pada panen bulan ini tidak dapat optimal, karena berkurang sekitar Rp5 juta untuk penambahan biaya operasional.

“Ya kalau untung masih ada, tapi sedikit,” jelas dia. Menurutnya kondisi tersebut dirasakan hampir semua peternak di wilayahnya.

Mengisi Bibit Kembali

Pada Kamis siang kemarin, kondisi di kandangnya pun kosong karena proses pengisian benih juga mundur. Kemungkinan akhir pekan ini baru bisa diisi bibit lagi. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan untuk mengisi bibit kembali.

“Tetap saya isi [bibit] lagi, harapannya besok kondisi sudah bisa normal kembali. Kami berharap ke depan kondisinya lebih baik lagi, pandemi hilang, kehidupan normal, pelaku usaha bisa eksis lagi,” kata dia.

Kepala Desa Pusporenggo, Alif Muktiana, mengatakan peternakan sejauh ini menjadi salah satu potensi di wilayahnya.

Baca juga: Minggu di Rumah Saja di Boyolali Efektif Turunkan Mobilitas Warga

“Potensi peternakan bagus. Udaranya cocok untuk peternakan. Saat ini untuk jumlah peternak ayam, kemungkinan ada sekitar 10 peternak,” kata dia.

Mengenai kondisi yang dialami para peternak akhir-akhir ini karena dampak pandemi Covid-19, pihaknya hanya bisa mengajak para peternak untuk lebih bersabar.

“Semoga masa pandemi segera berakhir. Para pengusaha kecil seperti peternak bisa berjalan lancar lagi,” kata dia.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago