top ear
Seorang petani menunjukkan salah satu patok penanda wilayah yang akan dilewati jalan tol di Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Minggu (27/9/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
  • SOLOPOS.COM
    Seorang petani menunjukkan salah satu patok penanda wilayah yang akan dilewati jalan tol di Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Minggu (27/9/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Petani di Klaten Tanam Aneka Bibit Demi Dapat Ganti Rugi Lebih Banyak dari Tol Solo-Jogja

Sejumlah petani di Kabupaten Klaten menanam berbagai macam bibit demi mendapatkan ganti rugi lebih banyak dari proyek tol Solo-Jogja.
Diterbitkan Minggu, 27/09/2020 - 20:49 WIB
oleh Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso
3 menit baca

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah lahan pertanian yang bakal terdampak proyek tol Solo-Jogja ditanami aneka jenis tanaman. Lahan yang biasanya ditanami jenis tanaman musiman seperti padi dan sayur mulai ditanami aneka tanaman tahunan seperti petani dan cengkih mulai bermunculan ditanam di lahan pertanian di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Seperti yang terlihat di wilayah Kecamatan Manisrenggo dan Prambanan. Lahan-lahan pertanian meriah dengan aneka bibit tanaman mulai dari cengkih, petai, hingga sengon yang ditanam ditanam diantara sayuran serta tembakau.

Seperti lahan pertanian yang digarap Heri, 49, warga Desa Kokosan. Lahan yang digarap Heri sudah bersertifikat hak milik atas nama almarhum ayahnya. Sepatok lahan itu dengan luas sekitar 1.900 meter persegi.

Heri menjelaskan isu soal jalan tol Solo-Jogja bakal melewati Kokosan sudah santer sekitar setahun terakhir. Hingga beberapa bulan lalu, Heri menjadi salah satu warga yang diundang untuk mengikuti sosialisasi dan konsultasi publik pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

Belum ada pengukuran serta pendataan lahan terdampak tol di wilayah Kokosan hingga kini. Sementara, pemasangan patok lahan yang akan dilewati jalan tol baru dilakukan belum lama ini. Patok berwarna kuning yang disebut-sebut sebagai titik tengah jalan tol baru dipasang pada Sabtu (26/9/2020).

Gadis 19 Tahun Diperkosa 11 Pria & Dilempar dari Lantai Ke-6

Soal jenis tanaman, salah satu petani di Klaten itu mengaku selama ini menanam jenis sayuran terutama cabai dan mentimun. Heri memilih menanam sayuran lantaran hasilnya lebih besar ketimbang tanam padi. Dua bulan terakhir, Heri bisa panen mentimun dan dijual seharga Rp25 juta.

Namun, lahan pertanian yang digarap Heri meriah dengan aneka jenis bibit tanaman selama tiga bulan terakhir. Ada sembilan jenis tanaman yang ada pada lahan tersebut diantaranya cabai, mentimun, kacang, singkong, pepaya, petai, sengon, dan cengkih.

"Totalnya ada 4.000 bibit yang saya tanam di luar bibit cabai dan mentimun. Untuk biaya penyediaan bibitnya saya habis sekitar Rp20 juta," kata Heri saat ditemui wartawan di lahan pertanian miliknya, Minggu (27/9/2020).

Demi Ganti Rugi

Heri mengaku aneka jenis tanaman itu terutama jenis tanaman tahunan dia tanam dengan jarak kurang ideal atau terlalu rapat. Dia membenarkan cara itu dilakukan agar bisa mendapatkan ganti rugi lebih besar.

"Saya hanya ikut-ikutan saja. Harapannya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak," kata Heri.

Soal rencana setelah mendapatkan ganti kerugian, Heri belum mengetahui pasti apakah akan digunakan untuk mencari lahan baru atau digunakan untuk usaha lain. Salah satu alasannya karena belum ada kepastian nilai ganti kerugian yang bakal diterima.

"Sebenarnya kalau disuruh memilih, saya tidak ingin terkena jalan tol. Tetapi mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi proyek strategis nasional," jelas petani di Klaten tersebut.

Kenal Lewat Aplikasi Kencan Online, Cewek Inggris Diperkosa Cowok Prancis di Thailand

Kadus I Desa Kokosan, Harjono, mengatakan jalan tol direncanakan melintasi lahan seluas 4,9 hektare (ha) di wilayah Kokosan. Mayoritas lahan yang bakal terdampak tol merupakan lahan pertanian.

"Kemungkinan ada bangunan juga yang akan terdampak. Namun, kami belum tahu pasti karena yang baru terpasang patok di wilayah kami patok titik tengahnya saja," kata dia.

Harjono menjelaskan hingga kini warga relatif kondusif dengan rencana pembangunan jalan tol bakal melewati wilayah Kokosan. "Warga bisa menerima. Yang diinginkan itu nilai gantinya ya benar-benar menguntungkan warga terdampak," paparnya.


Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini