Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Pertamina: Konsumsi Pertalite Capai 16,8 Juta Kiloliter, Masih Amankah?

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting, mengatakan ketahanan stok Pertalite berada di level 18,3 hari.
SHARE
Pertamina: Konsumsi Pertalite Capai 16,8 Juta Kiloliter, Masih Amankah?
SOLOPOS.COM - Setelah peluncuran MyPertamina, beli Pertalite juga akan dibatasi untuk kendaraan tertentu. (Ilustrasi/Solopos Dok)

Solopos.com, JAKARTA–PT Pertamina (Persero) menyatakan konsumsi Pertalite hingga Juli mencapai 16,8 juta kiloliter dari kuota yang ditetapkan tahun ini sebesar 23,05 juta kiloliter.

“Hingga Juli 2022 sudah tersalurkan 16,8 juta kiloliter dari kuota 23,05 juta kiloliter,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting, Kamis (11/8/2022).

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Sementara itu, Irto mengatakan ketahanan stok Pertalite berada di level 18,3 hari.

Menurut dia, ketersediaan bahan bakar murah itu masih relatif aman.

Baca Juga: Ketahanan Stok Pertalite di Level 18 Hari, Pertamina Sebut Masih Aman

“Hari ini stok pertalite berada di level 18,3 hari dan terus berproduksi,” kata dia.

Di sisi lain, konsumsi solar subsidi sudah mencapai 9,9 juta kiloliter dari kuota yang ditetapkan sebesar 14,9 juta kiloliter.
Adapun, ketahanan stok solar mencapai di level 19 hari.

Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan pemerintah bakal tetap menahan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan solar sembari menjaga ketersediaan kuota yang cukup di tengah tingkat konsumsi masyarakat melebihi proyeksi awal tahun.

Arifin mengatakan keputusan pemerintah untuk menahan harga BBM bersubsidi itu dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik yang mencapai 5,44% sepanjang paruh pertama 2022.

Baca Juga: Apakah Boleh Menjual Bensin Eceran? Cek Aturannya

“Pertalite ini sementara kita pertahankan, cuma ya langkah pertama ini kita harus bisa mengimbau masyarakat untuk hemat energi,” kata Arifin saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Selain itu, Arifin mengatakan kementeriannya juga tengah mendorong percepatan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM yang sebelumnya ditarget rampung pada Agustus 2022 sebagai petunjuk teknis dari program pembatasan konsumsi BBM murah tersebut.

Di sisi lain, Arifin mengatakan pemerintah terus mengkaji situasi riil konsumsi BBM bersubsidi di tengah masyarakat sembari memperhitungkan potensi penambahan kuota anyar pada akhir tahun ini.

Berdasarkan perhitungan PT Pertamina Patra Niaga, estimasi permintaan untuk JBT solar mencapai 17,2 juta KL dan JBKP Pertalite di angka 28,4 juta KL. Sementara kuota tersedia untuk JBT solar hanya berada di angka 14,9 juta KL dan JBKP Pertalite sekitar 23,05 juta KL.

Baca Juga: Demi Pertalite, Warga Pilih Antre Dibandingkan Beli BBM Eceran

Dengan demikian, terdapat kesenjangan ketersediaan kuota yang cukup lebar hingga 7,65 KL pada paruh kedua tahun ini.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul Pertamina: Konsumsi Pertalite Tembus 16,8 Juta Kiloliter per Juli

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode