PERTAMBANGAN KLATEN : Satu Penambang Tewas Tertimpa Tebing Longsor di Kali Woro

SHARE
PERTAMBANGAN KLATEN : Satu Penambang Tewas Tertimpa Tebing Longsor di Kali Woro
SOLOPOS.COM - Salah satu kegiatan penambangan di Klaten. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

Pertambangan Klaten, seorang penambang tewas akibat tertimpa tebing longsor.

Solopos.com, KLATEN — Seorang penambang manual meninggal dunia akibat tertimbun longsoran tebing Kali Woro, Selasa (6/6/2017). Korban bernama Sutar, 25, warga Dukuh Ngrancah, Desa Bumiharjo, Kecamatan Kemalang.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Sutar berangkat seusai Salat Subuh bersama dua rekannya, Juwari, 27, dan Supriyanto, 29, untuk menambang pasir di Kali Woro wilayah Dukuh Sigadung, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang. Mereka menambang pasir secara manual menggunakan dandang dan linggis.

Sutar menambang di lokasi paling bawah sementara dua temannya berada di lokasi lebih atas. Sekitar pukul 08.30 WIB, tebing yang mereka tambang tiba-tiba longsor hingga menimbun Sutar. Sementara kedua temannya berhasil menyelamatkan diri dan berteriak meminta tolong hingga warga berdatangan.

Sutar dievakuasi setelah warga menggali secara manual menggunakan tangan. Kapolsek Kemalang, AKP Danang Eko Purwanto, mengatakan lokasi penambangan merupakan bekas penambangan manual yang ditinggalkan.

“Lokasinya bekas ditambang manual masyarakat. Tanahnya labil sehingga mudah longsor. Material yang longsor itu berada sekitar 3 meter di atas korban,” kata dia saat diwawancarai Solopos.com, Selasa malam.

Danang menjelaskan setelah dievakuasi jenazah Sutar diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Sutar diketahui sudah berkeluarga dan memiliki anak berusia sekitar tiga tahun.

Lebih lanjut, Danang menjelaskan upaya pencegahan sudah berulang kali dilakukan petugas dengan mengingatkan para penambang agar mengedepankan keselamatan. Namun, lantaran terdesak kebutuhan ekonomi warga tetap berdatangan untuk melakukan penambangan manual.

“Yang jelas kami berulang kali mengimbau. Kami sampaikan agar mengedepankan keamanan dan keselamatan saat melakukan aktivitas penambangan,” ungkapnya.

Aktivitas penambangan manual sudah terjadi selama bertahun-tahun di sepanjang Kali Woro yang berhulu di Gunung Merapi. Jumlah penambang manual di sungai tersebut diperkirakan mencapai ribuan orang. Peristiwa meninggalnya penambang manual akibat tertimpa tebing longsor sudah berulang kali terjadi.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago