top ear
Pertama Dalam 37 Tahun, Ini Indahnya Salju di Sahara
  • SOLOPOS.COM
    Foto karya Karim Bouchetata yang menunjukkan bukit pasir di dekat Ain Sefra, Aljazair, tertutup salju, Senin (19/12/2016). (Facebook)

Pertama Dalam 37 Tahun, Ini Indahnya Salju di Sahara

Diterbitkan Kamis, 22/12/2016 - 18:00 WIB
oleh Solopos.com/Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos
2 mnt baca -

Kali pertama dalam 37 tahun terakhir, salju turun di Sahara, salah satu lokasi paling kering di dunia.

Solopos.com, SOLO -- Peristiwa langka terjadi di Gurun Sahara, gurun terluas dan daerah paling kering di dunia. Untuk kali pertama dalam 37 tahun, salju turun di sebuah kota di Aljazair, Ain Sefra, yang menjadi bagian dari gurun itu. Pemandangan langka itu tak dilewatkan oleh fotografer setempat, Karim Bouchetata.

Peristiwa langka itu terjadi Senin (19/12/2016) lalu. Dalam beberapa foto hasil jepretan Karim, terlihat bukit pasir merah yang secara dramatis tertutup salju putih. Foto-foto itu kemudian diunggah melalui akun Facebooknya.

Salju itu memang tidak seluruhnya menutupi kota dan bukit-bukit pasir. Warna putih menutup sebagian permukaan bukit dan berpadu dengan warna merah pasir. Sedangkan di kota, salju tipis terlihat di atap-atap bangunan.

Sementara itu, langit berwarna putih pertanda udara di gurun tersebut sedang lembab dan dingin. Pemandangan indah juga terlihat dalam foto bukit-bukit pasir dengan latar belakang Pegunungan Atlas yang bersalju. "Today...my beautiful city [hari ini...kotaku yang cantik]," tulis Karim menyertai foto-foto tersebut.

Foto karya Karim Bouchetata yang menunjukkan bangunan di Ain Sefra, Aljazair, tertutup salju, Senin (19/12/2016). (Facebook)

Foto karya Karim Bouchetata yang menunjukkan bangunan di Ain Sefra, Aljazair, tertutup salju, Senin (19/12/2016). (Facebook)

Ain Sefra yang berarti "musim semi kuning" adalah sebuah daerah setingkat kota madya di Provinsi Naama, Aljazair. Dengan jumlah penduduk 34.962 jiwa, Ain Sefra merupakan kota berpenduduk paling banyak kedua di provinsi itu. Kota ini didirikan pada 1881 sebagai kota garnisun bagi tentara Prancis.

Menara dengan latar belakang bukit pasir tertutup salju tipis di Ain Sefra dalam foto karya Karim Bouchetata, Senin (19/12/2016). (Facebook)

Menara dengan latar belakang bukit pasir tertutup salju tipis di Ain Sefra dalam foto karya Karim Bouchetata, Senin (19/12/2016). (Facebook)

Karena lokasinya yang berada di Sahara, kota ini juga dijuluki sebagai The Gateway to the Desert (gerbang menuju gurun). Dalam catatan di Wikipedia, salju pernah turun di kota ini pada Februari 1979 sebalum di pengujung 2016.

Pemandangan pepohonan bersalju di dekat Ain Sefra, Aljazair, dalam foto karya Karim Bouchetata, Senin (19/12/2016). (Facebook)

Pemandangan pepohonan bersalju di dekat Ain Sefra, Aljazair, dalam foto karya Karim Bouchetata, Senin (19/12/2016). (Facebook)

Ain Sefra berada di ketinggian 1.078 mdpl dan tak jauh dari kaki Pegunungan Atlas. Sebagai daerah kering, kota ini cukup panas pada musim panas, yaitu rata-rata harian 28,4 derajat C pada Juli. Rekor terpanas yang tercatat kota ini adalah 42,9 derajat C. Namun di musim dingin (Desember-Januari), suhu rata-rata harian sangat dingin, yakni 6,1-6,9 derajat C.


LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci : # #

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini