[ X ] CLOSE

Perpaduan Rumah Tradisional dan Modern? Coba Perhatikan Hal-Hal Ini

Rumah bernuansa tradisional bisa dimodifikasi dengan gaya modern. Namun, selain memperhatikan desain dan konsep, perhatikan juga faktor biaya. 
Perpaduan Rumah Tradisional dan Modern? Coba Perhatikan Hal-Hal Ini

Solopos.com, SOLO -- Kamu termasuk orang yang suka dengan suasana tradisional? Suasana tradisional memang untuk beberapa orang bisa membangkitkan nostalgiamu di masa kecil. Ternasuk juga kamu yang mempunyai harta peninggalan yang sangat kaya akan warisan bersejarah.

Rumah gaya etnik seolah-olah dapat membangkitkan romantisme dan atmosfer tradisional masa lampau. Selain itu identik dengan suasana damai, nyaman, rileks, dan tenang. Misalnya rumah adat Jawa, joglo. Bangunan etnik sederhana ini memberi kenyamanan kepada penghuninya. Kenyamanan ini terletak pada perpaduan antara hierarki ruang, komposisi dalam ruang, dan karakteristik visual dari penggabungan beberapa unsur sekaligus yakni tata cahaya, warna dan proporsi.

Namun, tahukah kamu kalau rumah bernuansa tradisional ternyata bisa dimodifikasi dengan gaya modern juga? Kamu juga perlu memperhatikan beberapa hal sebelum mendesain rumah dengan gaya tradisional. Selain memperhatikan desain dan konsep, perhatikan juga faktor biaya.  Jika terbatas, kamu masih bisa untuk mendesain rumah tanpa merombak seluruhnya. Berikut ini kami sajikan tips mendekor rumah ala tradisional dan modern yang sudah kami kutip dari arsitag.com.

Baca Juga: 7 Cara Bikin Interior Rumah Bernuansa Natural dan Nyaman

1. Rahasia Unsur Alami
Gaya etnik biasanya berkaitan dengan gaya arsitek rustic yang berarti berkarat atau tua (kuno). Konsep ini mengadopsi akan kesadaran terhadap lingkungan dan menekankan unsur alami serta elemen yang belum terfabrikasi. Material yang digunakan memiliki tekstur permukaan kasar karena tidak banyak di-finishing.

Di Indonesia, desain interior rumah rustic  diterapkan untuk bangunan rumah gaya etnik yang memakai paham arsitektur tradisional, seperti rumah adat dan tradisional yang sederhana dengan gaya rustic yang menonjolkan kesan alami bagi pengguna.

Nuansa Pedesaan

Selain itu juga menawarkan nuansa pedesaan dengan material penyusun elemen ruang yang alami, berkarat, dimensi yang besar, tidak di-finishing, diamplas, atau diaci sehingga menonjolkan sisi vernakular. Konsep yang mengusung alam ini, materialnya berasal dari alam seperti kayu, batu, logam, dan sebagainya diolah dengan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

2. Konsep Mixed-Combo
Konsep desain interior rumah gaya etnik dapat menggunakan konsep eklektik yang memadukan dua unsur atau gaya menjadi bentuk tersendiri dalam satu ruangan. Gaya ini menggabungkan unsur gaya historis dari masa lampau untuk menciptakan sesuatu yang baru dan asli.

Dalam arsitektur dan desain interior, elemen-elemen ini mencakup struktur bangunan, furnitur, motif dekorasi, ornamen sejarah, motif budaya tradisional atau gaya dari negara lain. Konsep desain rumah etnik sederhana bergaya eklektik ini tidak terlihat formal dan kaku karena tampilan ruangan yang tidak semata-mata terfokus pada konsep tradisional saja. Selain itu ruangan juga akan tampak lebih dinamis dan ceria.

3. Romantisme Klasik
Desain interior rumah gaya etnik dapat dipadukan dengan konsep klasik yang mengutamakan komposisi, keseimbangan, harmonisasi yang sempurna dan elemen-elemen yang sangat detail. Desain gaya etnik memiliki banyak focal point yang diwujudkan melalui detail furnitur dan ornamen serta menonjolkan skala dan proporsi. Konsep ini dapat menampilkan ruangan tampak lebih mewah, elegan, dan mengingatkan kita akan masa lampau.

4. Inovasi Smart-Tech
Konsep futuristik dirancang dengan mengandalkan imajinasi tentang ruang yang akan digunakan di masa depan. Desain ini menggunakan material logam dan bahan fabrikasi dengan efisiensi dan teknologi tinggi. Desain ini akan menciptakan inovasi-inovasi baru  yang berbasis smart technology.

Membatasi Pemasangan Ornamen

5. Tradisional Minimalis
Konsep tradisional minimalis sedang digandrungi beberapa orang di mana desain rumah gaya etnik dengan konsep minimalis yang menekankan kesederhanaan, fungsi, atau efektivitas serta faktor ekonomis penggunanya. Penggunaan ornamen dibatasi bahkan jika bisa tidak memakai sama sekali karena lebih banyak memainkan komposisi bidang geometris. Desain rumah etnik modern minimalis bersifat anti-ornamen. Untuk rumah gaya etnik memiliki ciri khas kaya ornamen.

Memadukan kedua konsep ini perlu memperhatikan berbagai konsep. Kamu perlu membatasi penggunaan ornamen dan menambahkan material alami (kayu, batu, logam, ataupun material alami lain). Kamu bisa juga memilih furnitur yang natural dan tanpa ornamen yang berlebihan.

Baca Juga: Jangan Asal Menyapu Lantai Rumah, Perhatikan Hal-Hal Ini

6. Esensi Ruang Komunal
Desain rumah gaya etnik mengutamakan fungsi ruang-ruang komunal. Ruang Komunal bisa diciptakan sesuai keinginan pemilik rumah. Ruang komunal sendiri contohnya adalah pendopo yang menjadi ruang multifungsi bagi penghuninya sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, atau ruang serbaguna.

Desain interior dibuat luas dengan membatasi penyekat ruangan atau dinding yang bersifat permanen. Selain pendopo, ada juga teras luas pada rumah Betawi yang juga berfungsi sebagai ruang komunal. Fungsi ruang komunal ialah untuk menerima tamu, sebagai area pertemuan keluarga, area makan, atau upacara adat.

7. Ornamen Khas
Kamu menyukai unsur tradisional pada rumah? Perhatikan sebelum mendesain rumah bergaya tradisional. Untuk rumah dengan unsur tradisional, ornamen yang dipakai menggunakan pola floral seperti pola sulur tanaman atau dahan pohon.

Pola ini digunakan karena berhubungan dengan bunga atau tumbuhan yang melekat erat dengan kehidupan tradisional di pedesaan. Penerapannya bisa pada dinding, ukiran, kolom, pintu, jendela, dan elemen rumah lain. Gaya tradisional menerapkan desain halus dan dengan bentuk lengkung. Dari situlah kamu akan menemukan keteraturan, konsistensi, dan detail.

Pilih Furnitur yang Tepat

8. Simetris dan Berpasangan
Ciri utama model rumah gaya etnik terletak pada pemilihan furnitur untuk desain interior berpasangan. Bisa diterapkan pada kursi, pintu, jendela dan ornament lain. Ciri lain yang bisa kamu ketahui adalah model rumah gaya etnik mencerminkan nilai konvensional, pasangan hidup, dan kelanggengan.

Selain itu desain tradisional sangat bergantung pada keseimbangan simetris dalam aspek desain interior, dari arsitektur hingga penempatan furnitur. Ada solusi untuk mencegah ruangan terkesan statis yakni dengan memakai cermin di salah satu dinding, menggantungkan karya seni, menempatkan karpet dalam bentuk tidak beraturan atau menempatkan meja koktail di samping kursi.

9. Daur Ulang vs Modern
Rumah tradisional biasa memakai furnitur daur ulang. Bahan-bahannya memiliki sentuhan khusus dan bersifat personal. Contoh yang bisa kamu lihat adalah furnitur dari sisa kayu daur ulang, perabot antik, atau rotan. Kamu bisa memberi sentuhan modern pada beberapa furnitur atau ornamen.

Baca Juga: Begini Konsep Desain Interior Rumah Minimalis Ala Milenial

10. Warna Monokromatis
Pada desain interior rumah etnik modern, ciri khas sederhana diaplikasikan melalui penggunaan warna yang tidak mencolok, seperti warna netral yang dekat dengan alam, misalkan warna cokelat atau putih. Pemilihan warna tanah, kayu, pepohonan, dan tumbuhan dipilih untuk mempertegas kesan tersebut.

Warna yang digunakan bersifat monokromatis, senada tanpa warna kontras yang meriah dan ramai. Kesan kedamaian dan ketenangan penting dalam mendukung karakteristik visual dalam desain rumah tradisional sederhana.

Coba Warna Pastel

Meskipun warna netral selalu aman, tetapi jika Anda ingin tampil lebih berani dan dinamis, pikirkanlah warna-warna pastel seperti biru, ungu, hijau, merah lembut, kuning muda, dan sebagainya. Namun, jika ingin tetap mempertahankan gaya rumah etnik, sisihkan warna lain dan tetap bertahan pada prinsip desain rumah tradisional sederhana.

11. Pencahayaan
Desain rumah tradisional sederhana memiliki pencahayaan yang temaram untuk menciptakan kesan berwibawa dan syahdu. Masyarakat Jawa menganggap kewibawaan rumah sebagai salah satu faktor penting dalam penataan interior.

12. Penggunaan Palet Warna yang Tepat
Agar rumah gaya tradisionalmu terlihat indah, kamu bisa memilih kain tirai yang unik missal jenis tirai kelambu pada tempat tidur atau jendela.
Karpet juga bisa menjadi opsi kamu dalam mendekor rumah. Karpet yang bisa kamu gunakan seperti karpet Persia dan permadani Oriental yang menjadi penentu desain rumah etnik.

Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago