Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Pernah Hancur Kena Erupsi Semeru, Begini Kondisi Jembatan Gladak Perak Saat Ini

Pembangunan Jembatan Gladak Perak saat ini terancam molor menyusul erupsi Gunung Semeru pada Minggu (4/12/2022).
SHARE
Pernah Hancur Kena Erupsi Semeru, Begini Kondisi Jembatan Gladak Perak Saat Ini
SOLOPOS.COM - Kondisi jembatan gantung Gladak Perak yang terdampak awan panas guguran, sedangkan di sebelahnya pembangunan jembatan Gladak Perak masih terhenti karena erupsi. (Solopos.com-Antara/Diskominfo Lumajang)

Solopos.com, LUMAJANG — Jembatan gantung Gladak Perak yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Lumajang saat ini masih belum dibuka pasca-terdampak erupsi Gunung Semeru yang disertai awan panas guguran pada Minggu (4/12/2022).

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengaku jembatan yang menjadi akses warga Lumajang menuju Malang, Jawa Timur (Jatim) itu saat ini masih ada sisa-sisa material vulkanik erupsi Semeru.

PromosiMesin Baru di Mitsubishi L300 Euro 4: Lebih Bertenaga, Hemat Bahan Bakar

“Untuk jembatan gantung Gladak Perak masih belum memungkinkan untuk dijadikan jalur umum karena masih ada bekas longsoran dan jalan bebatuan, yang mengkhawatirkan pengguna jalan,” kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Rabu (7/12/2022).

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Jembatan gantung Gladak Perak tersebut terdampak awan panas guguran Gunung Semeru pada Minggu. Sehingga, masih ada material vulkanik dan harus dibersihkan lebih dulu sebelum dibuka untuk umum.

Kendati demikian, lanjut dia, jembatan gantung Gladak Perak saat ini bisa digunakan hanya untuk keadaan darurat saja dan penggunaannya pun harus mendapatkan kawalan dari petugas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Alat Berat Bersihkan Material Erupsi Gunung Semeru di Sumberwuluh Lumajang

Sedangkan untuk progres pembangunan jembatan Gladak Perak sudah mencapai 95 persen. Namun, karena ada bencana awan panas guguran kembali, maka kemungkinan penyelesaian jembatan itu molor.

Jembatan Gladak Perak yang menjadi akses warga Lumajang menuju Malang hancur akibat awan panas guguran Gunung Semeru saat erupsi pada 4 Desember 2021. Akibatnya, pemerintah pun membuat jembatan gantung Gladak Perak yang saat ini hanya bisa bisa dilalui kendaraan roda dua.

Sementara, untuk akses menuju Pronojiwo lewat Curah Kobokan juga belum dapat diakses karena Dusun Kajar Kuning menjadi daerah paling parah terdampak awan panas guguran Gunung Semeru. “Untuk arah Curah Kobokan, sedang dibuatkan jalur dan saat ini beberapa alat berat sudah berada di Kajar Kuning untuk bisa membuka akses jalan dan bisa digunakan kembali sebagai jalur alternatif ke Pronojiwo,” ujarnya.

Baca juga: Berawal dari Kekesalan Ki Ageng Kutu, Begini Asal-Usul Kesenian Reog Ponorogo

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, juga mengimbau masyarakat Lumajang yang menuju ke Kabupaten Malang untuk memutar lewat Kabupaten Probolinggo. Hal itu dikarenakan akses melalui jembatan gantung Gladak Perak saat ini masih terdampak awan panas guguran Semeru.

“Masyarakat Lumajang dan masyarakat Malang termasuk warga di Kecamatan Pronojiwo yang akan ke Lumajang, sementara lewat Probolinggo sampai kondisi aman dan memungkinkan untuk bisa dilewati,” katanya.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode