Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Permintaan Tinggi, Pemkab Kediri Kembangkan Benih Nanas Pasir Kelud

Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengembangkan benih nanas Pasir Kelud (PK-1) dengan cara stek batang.
SHARE
Permintaan Tinggi, Pemkab Kediri Kembangkan Benih Nanas Pasir Kelud
SOLOPOS.COM - Pengembangan benih nanas Pasir Kelud (PK-1) di Kabupaten Kediri. (Istimewa/kedirikab.go.id)

Solopos.com, KEDIRI — Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengembangkan benih nanas Pasir Kelud (PK-1) dengan cara stek batang. Cara ini dianggap lebih mudah tumbuh menginat jenis nanas ini jarang muncul tunas baru di sekitar batang.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengatakan pengembangan buah nanas PK-1 ini dilakukan karena peminatnya sangat banyak. Dari sekian banyak jenis nanas yang dibudidayakan di Kediri, nanas PK-1 menjadi nanas unggulan.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Nanas PK-1 ini memiliki ciri khusus mata buah lebar dan tidak ke dalam sehingga mudah untuk dikonsumsi. Selain itu, rasa nanas jenis ini dikenal sangat manis.

“Kita akan kembangkan mulai dari pembenihan sampai pengembangan kawasan budi daya nanas Pasir Kelud [PK-1] ini,” kata dia yang dikutip dari kedirikab.go.id, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga: Waspada! 7 Bulan, 207 Warga Madiun Terjangkit DBD, 2 Orang Meninggal

Bupati menyampaikan pengembangan nanas PK-1 ini banyak mengalami kendala dalam pembenihan. Salah satu kendalanya seperti untuk jenis nanas ini jarang muncul tunas baru di sekitar batang sebagaimana yang biasa muncul di jenis nanas lain. Untuk itu, inovasi dalam pembenihan dilakukan untuk mencukupi kebutuhan benih.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Anang Widodo, mengklaim inovasi pembenihan yang dilakukan melalui stek batang ini baru ada di Kediri. Cara ini belum ada di tempat lain dan di Inonesia baru ada di Kabupaten Kediri. Selain stek batang, juga dilakukanpengembangan dengan kultur jaringan.

“Jadi, tidak hanya secara eks vitro [stek batang] namun secara in vitro kita juga berusaha mengembangkan sehingga target kami benih bisa tercukupi,” jelas dia.

Baca Juga: Laka Maut Bus Sugeng Rahayu & 2 Motor di Madiun, Sopir Jadi Tersangka?

Untuk lokasi pengembangan pembenihan dan kawasan budi daya nanas PK-1 ini berada di Kecamatan Ngancar. Sedangkan lokasi pembenihan nanas PK-1 secara stek batang yang sebelumnya baru satu titik di Desa Ngancar, pada tahun ini ditambah di tujuh titik.

“Untuk pengembangan kawasan yang saat ini 8,5 hektare target kita ada tambahan di tahun 2022 ini menjadi 10 hektare,” kata dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode