Permintaan Oksigen Medis di Madiun Raya Menurun Drastis

Permintaan oksigen medis di wilayah Madiun Raya mengalami penurunan seiring penambahan kasus harian Covid-19 di wilayah tersebut yang kian turun.
Permintaan Oksigen Medis di Madiun Raya Menurun Drastis
SOLOPOS.COM - Petugas hendak mengisi tabung kosong dengan oksigen medis di Samator Madiun, Selasa (28/9/2021). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN — Permintaan oksigen medis di wilayah Madiun Raya menurun drastis sejak pertengahan Agustus 2021. Saat ini kebutuhan harian oksigen medis hanya sekitar 2 hingga 3 ton per hari.

Pantauan di pusat pengisian oksigen PT Samator Gas Industri Madiun Jalan Raya Madiun-Ponorogo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Selasa (28/9/2021), sejumlah pekerja sedang mengisi tabung kosong dengan oksigen. Beberapa pikap dan truk pengangkut tabung oksigen pun terlihat keluar masuk pusat pengisian oksigen itu.

Kepala PT Samator Gas Industri cabang Madiun, Nanda Prasojo, mengatakan sejak pertengahan Agustus lalu permintaan oksigen medis di wilayah Madiun Raya mulai menurun. Pada bulan Juni hingga Juli 2021, permintaan oksigen medis di wilayah Madiun Raya mencapai 7 ton per hari.

Baca juga: Permintaan Oksigen Medis di Sukoharjo Turun Drastis, Kasus Covid-19 Melandai?

“Sekarang kan sudah melandai ya. Level juga sudah menurun. Jadi, kita sudah mulai normal pada pertengahan Agustus kemarin. Saat ini, permintaan ya sekitar 2 sampai 3 ton per hari,” kata dia.

Nanda menuturkan stok oksigen liquid pun melimpah dan kebutuhan di rumah sakit terpenuhi. Pihaknya juga telah mensuplai oksigen sesuai permintaan dari rumah sakit.

Dia menegaskan saat ini industri juga sudah boleh mengambil oksigen di Samator. Sebelumnya, pada saat kasus Covid-19 tinggi, industri dihentikan dahulu mengambil oksigen dari Samator Madiun.

“Industri sudah kita suplai. Beberapa perusahaan sudah minta dikirim juga. Tapi, rumah sakit tetap diprioritaskan kebutuhannya,” kata Nanda.

Dia menuturkan sebagian besar rumah sakit di wilayah Madiun Raya masih membutuhkan kiriman oksigen. Tetapi, rumah sakit yang paling banyak permintaan yakni di Ponorogo, Magetan, dan Madiun.

Baca juga: Waduh, Kasus Aktif Covid-19 Madiun Terbanyak Kedua di Jatim

“Di RSUD Dolopo, per hari kita kirim 50 sampai 60 tabung. Kalau untuk rumah sakit yang punya tangki besar, sudah tidak memakai oksigen tabung,” jelasnya.

Nanda menegaskan supaya masyarakat tidak perlu khawatir terkait stok oksigen medis. Bagi warga yang membutuhkan oksigen medis bisa langsung ke gudang pengisian oksigen.

“Yang membutuhkan, silakan datang ke sini. Nanti akan segera diisi. Tidak perlu antre seperti beberapa bulan lalu,” kata dia.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago