Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Perlu Tahu, Segini Harga Pertalite Tanpa Subsidi

Harga Pertalite saat ini di kisaran Rp7.650 per liter dengan karena mendapat subsidi dari pemerintah. Lantas berapa harga Pertalite jika tanpa subsidi pemerintah?
SHARE
Perlu Tahu, Segini Harga Pertalite Tanpa Subsidi
SOLOPOS.COM - Harga Pertalite saat ini di kisaran Rp7.650 per liter dengan karena mendapat subsidi dari pemerintah. Harga Pertalite jika tanpa subsidi pemerintah disebut mencapai Rp13.150 per liter. (Ilustrasi/Solopos Dok)

Solopos.com, SOLO — Harga Pertalite saat ini di kisaran Rp7.650 per liter dengan karena mendapat subsidi dari pemerintah. Lantas berapa harga Pertalite jika tanpa subsidi pemerintah?

Seperti diketahui, Pemerintah menyampaikan pada tahun ini anggaran untuk subsidi energi sebesar Rp502,4 triliun. Subsidi ini diberikan agar BBM seperti Pertalite dan Pertamax masih bisa terjakau harga untuk masyarakat.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Kita lihat harga keekonomian Pertamax Rp15.150 per liter. Namun kita masih memberikan harga eceran Rp12.500 per liter. Demikian juga Pertalite, harga keekonomiannya Rp13.150 per liter, ecerannya masih Rp7.650 per liter,” papar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2023, Selasa (16/8/2022).

Airlangga pun membandingkan harga BBM Pertalite dan Pertamax di Tanah Air yang masih jauh di bawah harga BBM dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Ia menyebut harga BBM RI masih lebih murah.

“Misalnya saja Thailand yang menjual BBM dengan harga Rp19.500 per liter. Kemudian, Vietnam Rp16.645 per liter dan Filipina Rp21.352 per liter. Kita masih relatif di bawah Asean,” terang Airlangga.

Baca Juga: Jokowi: Inflasi 4,94 Persen Akibat Alokasi Subsidi

Dia menerangkan subsidi BBM dijaga agar tidak menimbulkan laju inflasi tinggi seperti yang sekarang terjadi di banyak negara.

Pemerintah terus mengerahkan tim pengendalian inflasi pusat dan daerah dalam mendorong program kebijakan terkait keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi.

“Sehingga tentu tantangan hyperinflation [hiperinflasi] kelihatannya bisa kita tangani di tahun ini. Demikian pula di tahun depan,” tandasnya.

Baca Juga: Pertamina Ajak Warga Boyolali Manfaatkan Eceng Gondok Jadi Biogas

Sementara itu, kabar terkait harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang diprediksi akan naik, kian ramai diperbincangkan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan pemerintah saat ini masih membahas rencana kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertalite sebagai respons atas tingginya harga minyak mentah dunia.

“[Harga Pertalite] lagi dibahas masih dikoordinasikan dengan Pak Airlangga [Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian],” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif saat diwawancarai seusai Sidang Tahunan MPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (16/8/2022) seperti dilansir Antara.

Ia menjelaskan pemerintah harus mengubah peraturan presiden terlebih dahulu sebelum keputusan itu resmi terbit menjadi kebijakan terbaru terkait perubahan harga bahan bakar.

Arifin Tasrif menambahkan pemerintah juga akan mensosialisasikan terlebih dahulu mengenai rencana kenaikan harga Pertalite tersebut untuk mengurangi kepanikan berbelanja masyarakat.

Itulah ulasan tentang harga Pertalite yang sebenarnya atau jika tanpa subsidi yang mencapai Rp13.150 dan tentang kabar rencana kenaikan harga Pertalite yang masih digodok pemeritah.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode