top ear
Ilustrasi pasien Covid-19. (Freepik)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi pasien Covid-19. (Freepik)

Perkembangan Covid-19 Solo: Muncul 8 Kasus Baru, Meninggal Tambah 1 Orang

Perkembangan situasi Covid-19 Kota Solo bertambah delapan kasus konfirmasi positif dan tambahan satu orang yang meninggal pada Rabu.
Diterbitkan Rabu, 21/10/2020 - 20:25 WIB
oleh Solopos.com/Mariyana Ricky P.D
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Perkembangan situasi pandemi Covid-19 Kota Solo menunjukkan jumlah kasus konfirmasi positif yang terus bertambah.

Pada Rabu (21/10/2020), Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo mencatat tambahan delapan kasus baru sehingga kumulatifnya menjadi 981 kasus.

Catatan kasus tersebut seluruhnya baru, kecuali satu yang berasal dari tracing kontak warga yang melakukan uji swab mandiri.

Didatangi Gibran Cawali Solo Lewat Blusukan Online, Warga Sumber Sambat Jalan Rusak

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan tambahan delapan kasus pada perkembangan situasi itu, tiga orang dari Kelurahan Mojosongo.

Kemudian, masing-masing seorang dari Manahan, Kedunglumbu, Sewu, Jebres, Manahan, Pucangsawit, dan Mojo. Sedangkan dari proses konfirmasinya, delapan kasus itu terdiri atas empat pasien suspek yang naik kelas jadi kasus konfirmasi.

Selanjutnya, tiga orang dari uji swab mandiri, dan sisanya hasil tracing kasus sebelumnya. "Salah satu dari delapan kasus itu adalah remaja umur 15 tahun asal Kelurahan Manahan,” katanya kepada wartawan, Rabu sore.

Gara-Gara Kebiasaan Taruh Kunci Sembarangan, Gadis Sragen Kehilangan Motor di Indekos Solo

Ning, sapaan akrabnya, mengatakan pada perkembangan Covid-19 Solo, Rabu, juga ada tambahan satu orang yang meninggal dari Kelurahan Kadipiro, Banjarsari.

Pasien Suspek Naik Kelas

Kasus meninggal ini terjadi pada pasien suspek yang naik kelas jadi konfirmasi, kemudian tutup usia. Dengan demikian, jumlah warga Solo yang meninggal positif Covid-19 totalnya menjadi 38 orang.

“Klaster keluarga dan tetangga dari Kelurahan Gandekan, Jagalan, termasuk warung soto Kepatihan Kulon saya harap terputus. Meski hingga saat ini belum ada pelanggan warung soto itu yang melapor. Jika rentang 1-8 Oktober, artinya ini sudah lebih dari 10 hari,” ucapnya.

Cawawali Solo Teguh Prakosa Sempat Kampanye Di Rumah Keluarga Wanita Terbakar Dalam Mobil Sukoharjo

Ia mengatakan angka kesembuhan dalam perkembangan situasi Covid-19 Solo sangat fluktuatif. Terkadang, saat angka kesembuhan tinggi, keesokan harinya kasus melonjak naik.

Sedangkan rasio angka kematian atau case fatality rate (CFR) menurun daripada bulan lalu, yakni 3,8. Dari kumulatif kasus 981 orang, jumlah kematian 38 kasus.

Kemudian, jumlah pasien sembuh/pulang 686 orang, isolasi mandiri 196 orang, dan rawat inap 61 orang. Sedangkan catatan kumulatif pasien suspek menyentuh 1.254 orang. Perinciannya 1.164 orang sembuh, 19 orang rawat inap, dan lima orang isolasi mandiri (suspek aktif), serta 66 suspek meninggal dunia.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini