Perempuan Pengusaha Serengan Solo Raup Belasan Juta Rupiah Dari Bisnis Kain Tenun Lurik

Katarina Octaviani Putri, 24, perempuan pengusaha asal Serengan, Solo, menghasilkan omzet belasan juta rupiah dari bisnis tenun lurik gendong
Perempuan Pengusaha Serengan Solo Raup Belasan Juta Rupiah Dari Bisnis Kain Tenun Lurik

Solopos.com, SOLO — Katarina Octaviani Putri, 24, perempuan pengusaha tenun asal Serengan, Solo, telah tujuh tahun mengembangkan usaha industri kreatif craft dan fashion di bawah bendera Oppu Company dengan merek Oppu Label.Co dan Lorek Jejeg.

Kendati tergolong muda, bisnis tersebut sudah menghasilkan omzet hingga Rp15 juta lewat produk dari kain tenun itu. Kepada Solopos.com, Senin (26/7/2021), Katarina mengaku mencoba mengangkat kain tenun lurik gendong agar tidak punah.

Ia ingin agar tenun lurik gendong menjadi kain tradisional yang digemari seluruh kalangan masyarakat. Mayoritas orang mengetahui kain tenun berasal dari Lombok, Kalimantan, atau Jepara.

Baca Juga: Manfaatkan Pengrajin Lokal, Bingah Leather Craft Sukoharjo Pasarkan Tas Kualitas Impor

Kain tenun lurik lebih populer dibandingkan kain tenun lain. Karena itulah, perempuan pengusaha asal Serengan, Solo, itu terdorong mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak pada bidang kerajinan dan fashion.

Tempat usaha milik Katarina berada di Jl Tiara Ardi B 15 Mojosongo, Jebres, Solo. Berbagai upaya dilakukan Katarina untuk membuat kain tenun lurik gendong bernilai tinggi, termasuk berinovasi dari motif pakem menjadi motif baru mengikuti perkembangan zaman.

Baca Juga: Inilah Karak Bolon, Karak Tanpa Boraks Nggak Bikin Serak Saat Dimakan

Mengangkat Citra Kain Tenun

Katarina juga terus berupaya menambah wawasan dalam bidang bisnis dan pemasaran. Karena itu pula ia ikut UMKM Virtual Expo 2021 Bank Indonesia (BI) Solo dengan Solopos Media Group.

“Saya ingin mengangkat citra kain tenun lurik gendong bisa dijadikan barang nilai jual tinggi. Selain itu agar kain tenun lurik gendong semakin dikenal masyarakat, bukan hanya untuk gendongan namun bisa dijadikan produk lain,” papar perempuan pengusaha tenun asal Serengan, Solo.

Baca Juga: Modal Rp500.000, UMKM Makanan Tradisional Beku Karanganyar Ini Kini Punya Puluhan Agen

Ia menyebut juga memiliki tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi penenun lurik gendong di wilayah Klaten. Saat ini ia memasarkan produk secara offline di store Mojosongo, Solo, Salatiga, Jogja, dan Jakarta. Ia turut memasarkan produknya secara online melalui marketplace.

Katarina kerap meraih penghargaan seperti juara pertama stand terbaik pameran produk unggulan kelurahan dan juara pertama umkm terbaik festival pesona lokal.


Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago