Perempuan Muda, Tangguh, dan Berdaya Saing dalam Memimpin Perubahan

Opini ini ditulis Teradijah Febriani, karyawan BUMN, mahasiswa Pascasarja Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Perempuan Muda, Tangguh, dan Berdaya Saing dalam Memimpin Perubahan
SOLOPOS.COM - Teradijah Febriani. (Istimewa)

“Perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya baik, baiklah negara, dan jika mereka bobrok, bobrok pulalah negara. Mereka adalah tiang; dan biasanya tiang rumah tidak begitu kelihatan. Namun, jika rumah sudah condong, periksalah tiangnya. Tandanya tianglah yang lapuk.”

Promosi"Nobel Vietnam" untuk Terobosan Sains dan Teknologi bagi Kemanusiaan

Ini merupakan ulasan Buya Hamka dalam bukunya Buya Hamka Bicara tentang Perempuan. Berbicara tentang perempuan memang selalu menarik dan peran perempuan di dunia ini sangat penting, bukan hanya di dalam lingkungan keluarga saja. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, perempuan memiliki peluang serta tantangan untuk tumbuh dan berdaya saing. Keberadaan perempuan pada dunia bisnis, ekonomi, pendidikan bahkan politik saat ini mulai menjadi perhatian dan pertimbangan.

Saat ini telah menjumpai banyak perempuan sukses baik dalam memimpin bisnisnya sendiri maupun memimpin suatu perusahaan seperti yang telah kita kenal yaitu Martha Tilaar, Anne Avantie, Sri Mulyani, dll.

Persepsi perempuan dan laki-laki dalam memimpin bisnis adalah sama baiknya, tetapi stereotip gender tetap ada. Namun, dalam kepemimpinan di Indonesia saat ini perempuan dan laki-laki adalah sama kedudukannya. Kepemimpinan pada dasarnya merupakan proses yang menginspirasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Efekivitas gaya kepemimpinan dapat dilihat dari sejauh mana pemimpin mampu memengaruhi perilaku seseorang. Dalam mengukur efektivitas gaya kepemimpinan terdapat empat pendekatan yaitu trait, behavioural, contingency, dan influence/power approaches. Gaya kepemimpinan saat ini merupakan hal yang harus diperhatikan dan penting dalam pengembangan organisasi, khususnya pengembangan SDM yang potensial.

Gaya kepemimpinan mampu memengaruhi motivasi dan kebiasaan karyawan dalam menjalankan pekerjaannya sehingga dapat dikatakan bahwa gaya kepemimpinan ini sangat berpengaruh baik terhadap kinerja karyawan yang secara tidak langsung meningkatkan kinerja perusahaan. Seseorang menjadi simpati, menghormati serta mengikuti apa arahan pemimpin bukanlah berdasarkan gender, melainkan dari bagaimana pemimpin tersebut mampu mengelola anggotanya.

Terdapat isu dalam perkembangan kepemimpinan, yaitu gaya kepemimpinan transaksional dan kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang bisa membawa pengaruh atau dampak baik bagi organisasi, dengan menumbuhkan nilai-nilai kepercayaan, sikap, perilaku serta emosional yang membuat orang lain melakukan perubahan untuk mencapai tujuan organisasi.

Kepemimpinan transformasional bukan hanya bertindak sebagai “atasan” namun harus mampu menjadi “leader” bagi anggotanya. Karakteristik kepemimpinan inilah yang saat ini dibutuhkan organisasi untuk melakukan transformasi terlebih lagi di era disruption. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengungkap dampak gender terhadap gaya kepemimpinan dan efektivitas kepemimpinan. Beberapa di antaranya menjelaskan bahwa kebanyakan perempuan memiliki gaya kepemimpinan transformasional dan dinilai lebih efektif untuk perusahaan.

Perempuan dan Kepemimpinan

Sejarah kepemimpinan perempuan Indonesia dimulai dengan adanya Pahlawan Wanita Indonesia seperti yang kita kenal yaitu R.A. Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, dll. Perjuangannya para perempuan pendahulu kita dalam memperjuangkan kesetaraan gender atau emansipasi perempuan begitu lekat dalam ingatan kita. Selajutnya perjuangan terkait kesetaraan gender dimulai kembali pada tahun 1928 dalam wujud kongres perempuan pertama di Indonesia. Hari di mana kongres tersebut dilaksanakan yaitu 22 – 25 Desember 1928 kini ditetapkan sebagai Hari Ibu.

Meskipun demikian, sampai saat ini pemimpin perempuan di Indonesia yang menonjol masih belum banyak. Diawali kembali dengan terpilihnya Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden perempuan pertama di Indonesia, saat ini peran perempuan dalam organisasi mulai mendapatkan perhatian kembali.
Mengutip dalam CNBC Indonesia (14/12/2021), media ini menggelar malam puncak CNBC Indonesia Awards 2021, sebagai bentuk apresiasi bagi korporasi atau badan usaha dan individu inspiratif dalam memimpin perusahaannya, serta kontribusi besarnya untuk perekonomian Indonesia. Megawati Soekarnoputri mendapatkan Penghargaan Lifetime Achievement Award CNBC Indonesia Awards 2021.

Demikian pula dengan apa yang disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir yang menargetkan kepemimpinan perempuan sebesar 15% pada tahun 2021 dan 25% pada tahun 2023 di BUMN, sebagai bagian dari transformasi human capital dalam mewujudkan kepemimpinan yang setara.

Kepemimpinan perempuan di BUMN diyakini memperkuat transformasi dan keberlanjutan bisnis perusahaan pelat merah. Kementerian BUMN menilai pemimpin perempuan lebih dinamis dalam proses pengambilan kebijakan. Hal ini cukup membanggakan khususnya bagi perempuan Indonesia karena dukungan terhadap peran perempuan dan kesetaraan gender dalam organisasi semakin menjadi perhatian khusus.

Dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan peran perempuan semakin diakui oleh semua bidang, karena perempuan mampu menjadi agen perubahan yang kuat, khususnya dalam keragaman dan kesetaraan gender di organisasi. Seorang pemimpin perempuan dirasa lebih fleksibel dan terbuka dalam menghadapi perubahan organisasi. Keragaman dan gender merupakan peluang dan tantangan dalam organisasi yang harus dihadapi.

Organisasi perlu menetapkan strategi komunikasi yang tepat untuk mengelolanya. Keberhasilan organisasi untuk mencapai tujuannya bergantung dari sosok pemimpin. Sampai dengan saat ini seorang pemimpin sangat indentik dengan laki-laki dan perempuan dinilai memiliki banyak hambatan untuk mencapai posisi eksekutif puncak.

Namun berdasarkan riset, pemimpin perempuan memiliki keunggulan dengan gaya kepemimpinan transformasional. Karakteristik gaya kepemimpinan transformasional dinilai efektif bagi perusahaan, karena pemimpin bisa menunjukkan rasa percaya dan menghargai anggota, mampu menciptakan dan menjaga semangat kerja, memandang masalah dari sebuah perspektif yang berbeda, dan pemimpin juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan individu anggotanya.

Perempuan telah mencapai kemajuan signifikan selama beberapa dekade terakhir, tidak hanya memperoleh kesuksesan karier tetapi juga untuk posisi kepemimpinan. Diversity & Inclusion Leadership Council (NDILC) NAWRB dengan bangga memperkenalkan Sepuluh Prinsip Kepemimpinan Perempuan mereka, yang secara kolektif mereka ciptakan untuk membantu angkatan kerja menjadi pemimpin yang lebih efektif di setiap tahap karir mereka, dan memberdayakan perempuan untuk mencapai potensi penuh mereka.

Sepuluh Prinsip Kepemimpinan Wanita NDILC antara lain sebagai berikut:

1. Mengakui, mengenali dan belajarlah dari para perempuan pendahulu kita.

2. Tetap belajar dan terus berprestasi.

3. Optimis bahwa segala sesuatu dapat dicapai.

4. Memberikan kesempatan kepada generasi perempuan masa depan.

5. Menjadi diri sendiri

6. Berani menentukan sikap dan angkat bicara.

7. Mau mendengarkan.

8. Hadir dan mampu berbagi waktu dengan lingkungan

9. Siap menghadapi tantangan masa depan.

10. Memimpin dengan contoh, inklusi saja tidak cukup.

Para perempuan khususnya para milenial harus mengembangkan kemampuannya agar menjadi perempuan tangguh, berdaya saing dan produktif. Sudah saatnya peran kepemimpinan perempuan diakui dan berkomitmen untuk menempatkan lebih banyak perempuan di posisi strategis organisasi, mengembangkan dan melakukan investasi layanan publik serta program yang memungkinkan perempuan berhasil sebagai pemimpin.

Mengaktifkan dan mendukung organisasi dan gerakan perempuan juga diperlukan untuk mendukung kesetaraan gender, agar keberadaan perempuan dalam dunia bisnis, ekonomi, pendidikan serta politik terus ditingkatkan. Dengan demikian, organisasi juga dituntut untuk menetapkan strategi komunikasi yang tepat mengelola keberagaman serta kesetaran gender dalam melakukan transformasi human capital dan transformasi bisnis.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago