Perbaikan Infrastruktur Dampak Hidrometeorologi di Bantul Dimulai

Sejumlah titik infrastruktur rusak dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bantul mulai digarap.
Perbaikan Infrastruktur Dampak Hidrometeorologi di Bantul Dimulai
SOLOPOS.COM - Kerusakan akibat longsor yang terjadi di Toto Kenongo, Pendowoharjo, Sewon yang memakan 3/4 jalan. (Harian Jogja/Catur Dwi Janati)

Solopos.com, BANTUL — Sejumlah titik infrastruktur rusak dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bantul mulai digarap. Tercatat, perbaikan empat titik longsor atau tanah ambles menghabiskan anggaran lebih dari setengah miliar.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli menjelaskan bila perbaikan empat titik longsor atau tanah ambles sudah mulai digarap beberapa waktu lalu. SPK pengerjaan perbaikan turun pad tanggal 24 November, yang menurut Agus mestinya akan berakhir sekitar tanggal 24 Desember.

“Toral anggaran Rp500 juta sekian. Sekiannya agak lupa, tapi Rp500 juta sekian,” terangnya pada Senin (6/12/2021).

Baca juga: Kencan Daring, Eh Perempuan Kulonprogo Malah Jadi Korban Penipuan

Perbaikan lokasi-lokasi tanah ambles akan dikerjakan selama 30 hari kerja. Empat titik yang diperbaiki meliputi Bodon, Jomblangan, Karangtalun dan satu lagi di kawasan Jembatan Sampangan. “Kemarin kunjungan dengan Komisi A, baru empat itu,” ujarnya.

Dari segi fisik, Agus menjelaskan bila perbaikan keempat lokasi akan menggunakan sistem bronjong. Di mana bronjong berisi batu akan disusun dan diuruk dengan tanah.

“Semua pakai bronjong keempat-empatnya. Di dasarnya itu memang pakai bronjong semua, tidak ada penguatan beton,” tambahnya.

Baca juga: Disdikpora Bantul Usulkan Gerakan Pasermas Lidi, Apa Maksudnya?

Satu titik tanah ambles lainnya di Roto Kenongo, Pendowoharjo, disebutkan Agus digarap lewat swadaya masyarakat. BPBD Bantul hanya memberikan bronjong kosongan.

“Yang dikerjakan masyarakat misalnya di Roto Kenongo. Itu bukan dengan dana BTT tapi kita memberikan bronjong kosongan, terus dikerjakan kerja bakti masyarakat. Di isi dengan batu, kemudian menimbun dengan tanah,” jelasnya.

Sampai saat ini, semua titik kerusakan bencana akibat bencana hidrometeorologi telah ditangani. “Sementara sudah teratasi semua, termasuk yang baru akan kita laksanakan itu adalah membantu mengalirkan sedimentasi di barat Kapanewon Banguntapan,” tambahnya.

 

 


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago