Perayaan Waisak di Wonogiri Berlangsung Khidmat

Perayaan Hari Suci Waisak 2566 Buddhist Era (BE)/2022 M di Vihara Sradha Damma Wonogiri berlangsung khidmat.
SHARE
Perayaan Waisak di Wonogiri Berlangsung Khidmat
SOLOPOS.COM - Perayaan Hari Suci Waisak 2566 Buddhist Era (BE)/2022 M di Vihara Sradha Damma Wonogiri berlangsung khidmat, Senin (16/5/2022). Sebanyak 50 umat Buddha di sekitar kecamatan Wonogiri mengikuti ritual Puja Bhakti Sembahyang dan Dharmasanti. (Solopos.com/ Muhammad D. Praditia)

Solopos.com, WONOGIRI — Perayaan Hari Suci Waisak 2566 Buddhist Era (BE)/2022 M di Vihara Sradha Damma Wonogiri berlangsung khidmat. Sebanyak 50 umat Buddha di sekitar kecamatan Wonogiri mengikuti ritual Puja Bhakti Sembahyang dan Dharmasanti.

Ketua Vihara Sradha Damma Wonogiri, Mujiyanto, mengatakan perayaan Waisak bertujuan memperingati tiga peristiwa penting dalam agama Buddha. Pertama, lahirnya Pangeran Siddharta. Kedua, Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. Ketiga, wafat Sang Buddha pada usia 80 tahun.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Pesan Waisak tahun ini, yaitu moderasi beragama membangun kedamaian. Mengembangkan toleransi, meningkatkan persatuan dalam perbedaan, dan saling menghargai satu sama lain, baik satu agama maupun beda agama,” kata Mujiyanto saat ditemui Solopos.com selepas melaksanakan kebaktian, Senin (16/5/2022).

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

Perayaan Waisak tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada 2021 lalu, perayaan Waisak umat yang datang ke vihara sangat dibatasi. Sementara pada 2022 ini, pemerintah memberi kelonggaran merayakan Waisak di vihara.

Sehingga umat Buddha yang ingin melangsungkan ibadah di Vihara Sradha Damma dipersilakan. Meski demikian, jalannya peribadatan tetap menerapkan protokol kesehatan. Umat diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk area vihara, dan menjaga jarak saat melangsungkan puja bhakti.

Baca Juga: Ini Spot Nonton Pelepasan Lampion Waisak 2022 di Borobudur

“Ada tiga prosesi pada peringatan Waisak di vihara ini. Pertama, melaksanaan puja bhakti. Kedua, meditasi detik-detik Waisak mengingat tiga peristiwa Siddharta. Ketiga, melaksanakan Patidana atau pelimpahan jasa yang bertujuan mengingat para leluhur [termasuk mendengarakan ceramah dan silaturahmi],” ucap Mujiyanto.

Sebenarnya terdapat prosesi Pradaksina atau kegiatan mengitari vihara sebanyak tiga kali. Tapi keadaan tidak memungkinkan, maka kegiatan tersebut ditiadakan.

Salah satu jemaat Vihara Sradha Damma, Supadi, mengatakan Waisak tahun ini menjadi kesempatan bagi umat Buddha untuk kembali bertemu dan saling silaturahmi. Sebab selama dua tahun pandemi Covid-19, peribadatan umat Buddha lebih banyak dibatasi guna menekan penularan Covid-19. Terlebih, ini kali pertama umat Buddha di Wonogiri menempati vihara yang baru saja di bangun di samping vihara yang lama.

“Perayaan Waisak tahun ini jauh lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya selama pandemi walaupun masih dirayakan dengan sederhana. Tapi hal itu sama sekali tidak mengurangi makna dari peringatan Waisak,” jelas supadi.

Baca Juga: Foto-Foto Kirab Perayaan Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur

Menurut Supadi, pesan Waisak kali ini sangat relevan dengan kondisi yang akhir-akhir ini terjadi di Indoensia, yaitu banyaknya intoleransi yang muncul di berbagai daerah. Banyak kelompok-kelompok beragama yang ingin memaksakan keyakinnya untuk diiyakini oleh orang atau kelompok lain. Sehingga terjadi konflik kekerasan antarumat beragama.

“Oleh karena itu, kami diingatkan soal hal tersebut. Meski sebetulnya Buddha sudah mengajarkan cinta kasih dan kebijaksanaan. Tetapi dengan muncul seperti itu, intinya kami dilatih memberikan efek positif kepada orang lain. Sehingga bisa membawa kedamaian,” ungkap dia.

Guna menyukseskan perayaan Waisak di Wonogiri, Polres Wonogiri menerjunkan sejumlah personel yang ditempatkan di vihara di Wonogiri. Kasubsi Penmas Humas Polres Wonogiri, Aiptu Iwan Sumarsono, mengatakan pengamanan proses perayaan Waisak di sejumlah vihara di Wonogiri berjalan lancar. `

“Pengamanan vihara berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Umat Buddha yang melaksanan ibadah Waisak juga patuh menerapkan protokol kesehatan,” kata Iwan saat dihubungi Solopos.com melalui pesan WhatsApp, Senin (16/5/2022).



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago